Jum'at, 22 Maret 2019
Politik

Nobar Debat Cawapres di Rumah Aspirasi, Hasto dan Relawan Tampil Sarungan

Nobar Debat Cawapres di Rumah Aspirasi, Hasto dan Relawan Tampil Sarungan Sekretaris TKN duet Jokowi-KH Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto saat tampil dengan sarung di acara nobar debat cawapres di Rumah Aspirasi Rakyat, Jakarta. (FOTO: Hasbullah/TIMES Indonesia).
Minggu, 17 Maret 2019 - 21:24

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Ribuan relawan dan pendukung duet Jokowi-KH Ma'ruf Amin menggelar nobar debat cawapres di Rumah Aspirasi, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Minggu (17/3/2019). Acara nonton bareng ini diawali dengan salawatan dan pengajian oleh kelompok santri, ulama dan habaib. 

Sekretaris TKN diet Jokowi-KH Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto mengatakan, dalam acara ini dilakukan khataman Alquran sebagai bentuk dukungan kepada KH Ma'ruf Amin yang menjalani debat kandidat di Hotel Sultan, Jakarta.

"Ini dukungan secara spiritual dan dukungan moral kepada KH Ma'ruf Amin dan seluruh persiapan dilakukan dengan baik mengingat keseriusan KH Ma'ruf Amin untuk menggunakan debat ini sebagai panggung politik bagi rakyat dengan menggunakan visi-misi," kata Hasto.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan ini meyakini KH Ma'ruf Amin sosok yang selama ini sudah mendengar aspirasi rakyat. Oleh karena itu, debat ini adalah representasi rakyat yang ada dalam diri mantan Rais Aam PBNU.

Dalam acara ini, mayoritas pendukung mengenakan sarung dan peci. Hasto pun mengenakan sarung dan peci dalam kesempatan ini. Menurut Hasto, acara nonton bareng ini juga digelar Festival Kain Nusantara. Semua pendkung, bebas menggunakan sarung pilihannya sesuai dengan kedaeragannya. 

"Kita bisa bayangkan nanti di PBB, Pak Jokowi dan Ma'ruf Amin menyampaikan pandangan-pandangan politik internasional untuk perdamaian dunia yang berdasarkan Pancasila. Itu mencerminkan keindonesiaan kita. Jadi kita rayakan bersama debat ini dengan bersama-sama mempopulerkan sarung KH Ma'ruf Amin," kata dia. 

Hasto menjelaskan bahwa duet Jokowi-KH Ma'ruf Amin adalah representasi nasionalis-religius. Dan hal ini membawa semangat Proklamator RI Bung Karno yang merumuskan Pancasila dan UUD bersama ulama dan religius. 

"Untuk itu, inilah keindonesiaan kita. Jadi kami menampilkan kebudayaan kita yang mau tidak mau, suka tidak suka, seluruh tradisi keindonesiaan itu. Maka itu kepemimpinan yang menyatukan perpaduan antara umara dan ulama, ulama dan umara," tandas Hasto, Sekretaris TKN duet Jokowi-KH Ma'ruf Amin saat nobar debat Cawapres di Rumah Aspirasi(*)

Jurnalis : Hasbullah
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Loading...
Registration