Senin, 16 September 2019
Peristiwa - Daerah

Hetifah Sjaifudian dan Pegiat Wisata Komitmen Kembangkan Desa Wisata di Kaltim

Hetifah Sjaifudian dan Pegiat Wisata Komitmen Kembangkan Desa Wisata di Kaltim Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian dalam kesempatan sebagai pembicara pada Bimtek Bimbingan Teknis tentang “Tata Kelola Destinasi Pariwisata Melalui Ekowisata dan Desa Wisata di Kalimantan Timur (FOTO: Nana For TIMES Indonesia)
Minggu, 17 Maret 2019 - 17:54

TIMESINDONESIA, SAMARINDA – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mengatakan bahwa Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memiliki potensi desa wisata yang dapat menarik wisatawan mancanegara dan nusantara. Ia menganggap sektor pariwisata memiliki prospek bagus karena di Kaltim tidak dapat terus mengandalkan pendapatan dari sektor tambang, minyak dan gas.

“Kita punya visi mengembangkan di luar konvensional seperti tambang dan migas, yaitu pariwisata. Nah, Kaltim punya potensi yang bagus," ujar Hetifah, Sabtu, (16/3/2019).

Hal tersebut seperti disampaikan Hetifah pada berbagai kesempatan acara baik itu terkait pariwisata maupun acara non formal lainya.

Seperti dalam acara Bimbingan Teknis tentang “Tata Kelola Destinasi Pariwisata Melalui Ekowisata dan Desa Wisata di Kalimantan Timur”, Sabtu, (16/3/2019) di Harris Hotel Samarinda. Hetifah juga mengajak masyarakat untuk memaksimalkan potensi alam yang bisa dijadikan objek wisata.

“Kekuatan Kaltim itu ada natural base tourism. Juga banyak hutan mangrovenya. Jadi banyak wisata alamnya. Ke depan kita akan dorong agar ada destinasi dari Kaltim yang masuk 10 top destinasi,” ujar Hetifah.

Reza Fahlevi, Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Regional II Kemenpar menyambut baik kegiatan bimtek semacam ini. Ia yakin bahwa dengan kegiatan bimtek tersebut, pariwisata di Kaltim dapat mudah dikembangkan. “Ini di Kaltim ada Bu Hetifah. Anggota DPR RI dari sini. Dengan kegiatan ini, nanti akan mudah untuk pengembangan pariwisata di Kaltim”, kata Reza

Sementara itu, Ahmad Herwansayah, Kabid Destinasi Dinas Pariwisata Kaltim, mengemukakan bahwa ada empat hal yang diperlukan dalam membangun wisata. “Kalau kita mau bangun pariwisata kita bangun pertama destinasinya, industrinya, kemudian pemasarannya dan terakhir kelembagaannya,” papar Herwansyah.

Pembicara acara Bimtek, Doto Yogantoro mengatakan pentingnya desa wisata untuk menghidupkan ekonomi desa. “Pariwisata yang dimotori oleh masyarakat pedesaaan untuk mencapai kesejahteran masyarakat itu sendiri. Desa wisata muncul karena punya potensi dapat layak dijual oleh masyarakat kepada wisatawan”, kata Doto.

Sementara itu, Fauzan Noor, akademisi Polnes Samarinda yang juga menjadi pembicara acara Bimtek menyebut konsep desa wisata menempatkan masyarakat sebagai pemilik dan pengelolanya. “Jadi desa wisata itu menjadikan masyarakat sebagai pemilik dan pengelolanya. Turis yang datang juga harus menghargai budaya setempat,” kata Fauzan Noor. (*)

Jurnalis : Kusnadi
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : Bontang TIMES

Komentar

Registration