Kamis, 19 September 2019
Peristiwa - Daerah

Polda Bali Tingkat Keamanan Pasca Teror di Selandia Baru

Polda Bali Tingkat Keamanan Pasca Teror di Selandia Baru Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose. (Dok/TI)
Minggu, 17 Maret 2019 - 13:03

TIMESINDONESIA, DENPASAR – Aksi teror yang terjadi di masjid kota Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3/2019) lalu membuat aparat kepolisian di Indonesia waspada. Seperti dilakukan Polda Bali yang meningkatkan keamanan  dan mengimbau kepada masyarakat diharapkan tetap tenang dan waspada. 

Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose meminta anggotanya untuk lebih waspada saat bertugas. Selain itu, ia juga berpesan kepada masyarakat untuk menghindari gesekan-gesekan yang melibatkan SARA. 

"Imbauan dari Kapolda Bali atas kejadian penembakan di New Zaeland adalah masyarakat Bali tetap tenang namun waspada, hindari gesekan-gesekan yang melibatkan SARA. Petugas keamanan jug untuk meningkatkan kewaspadaan," kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Hengky Widjaja, dalam rilisnya yang diterima, Minggu (17/3/2019).

Hengky menyampaikan, tempat-tempat yang diwaspadai adalah tempat-tempat keramaian umum, pintu keluar masuk Pulai Bali, tempat-tempat ibadah, dan konsulat. Hal ini untuk menjadi masyarakat menjadi tenang.

"Persiapan sudah tergelar semua, dengan peningkatan intensitas operasionalnya ke sasaran yang jadi atensi. Juga peningkatan kewaspadaan serta meningkatkan komunikasi dengan satuan samping. Semoga Bali tetap aman dan kondusif," ujarnya.

Seperti diketahui, Jumat siang (15/3/2019) waktu Selandia Baru terjadi penembakan di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru. Sebanyak 49 orang warga muslim menjadi korban kebiadaban aksi tersebut. (*)

Jurnalis : Muhammad Khadafi
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Bali

Komentar

Registration