Peristiwa - Internasional

PBNU Desak Pemerintah Protes Atas Pernyataan Senator Australia

PBNU Desak Pemerintah Protes Atas Pernyataan Senator Australia Sekjen PBNU A Helmy Faishal Zaini. (FOTO: harisantri.id)
Minggu, 17 Maret 2019 - 12:41

TIMESINDONESIA, JAKARTAPBNU mendesak pemerintah Indonesia untuk menyampaikan protes keras atas pernyataan Senator Queeland, Fraser Anning yang dinilainya tendensius dan rasis menyusul kasus penembakan brutal warga Australia, Brenton terhadap dua Masjid di Chirtchurch beberapa waktu lalu.

"(PBNU) mendorong pemerintah Indonesia untuk menyampaikan protes keras atas pernyataan, sebagai bagian dari tanggungjawab diplomatik," ujar Sekjen PBNU A Helmy Faishal Zaini dalam keterangan tertulis yang diterima TIMES Indonesia, Minggu (17/3/2019).

Dalam pernyataannya, Fraser Anning menyebut, bahwa serangan warga Australia, Brenton terhadap dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, akibat program imigrasi yang memungkinkan kaum fanatik muslim untuk bermigrasi ke Selandia Baru.

"Pernyataan tersebut tidak berdasarkan fakta dan pernyataannya adalah rasis. (PBNU) mengecam dan mengutuk pernyataan Anning. Tidak sepantasnya seorang tokoh publik dan pejabat pemerintahan mengeluarkan statemen yang dapat memecah belah," tegasnya.

PBNU menilai pernyataan Anning itu telah menggoreskan luka yang sangat dalam bagi umat Islam, khusunya di Indonesia. Untuk itu, PBNU mendesak Anning untuk mencabut pernyataan itu dan meminta maaf secara terbuka.

"Kendati demikian, Nahdlatul Ulama meminta kepada umat Islam tidak terprovokasi dan tetap bergikir jernih sehingga tidak terpancing melakukan hal-hal yang tidak diinginkan," tandas Hilmi, Sekjen PBNU menyikapi, pernyataan tendensius dan rasis Senator Queeland, Fraser Anning menyusul penembakan warga Australia, Brenton terhadap dua Masjid di Chirtchurch. (*)

Jurnalis : Hasbullah
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani

Komentar

Loading...
Registration