Senin, 25 Maret 2019
Peristiwa - Daerah

KASN Diminta Usut Dugaan Kecurangan dalam Seleksi Sekda Malteng

KASN Diminta Usut Dugaan Kecurangan dalam Seleksi Sekda Malteng Pemilihan Sekda Kabupaten Maluku Tengah bermasalah. (Foto: Istimewa)
Minggu, 17 Maret 2019 - 09:48

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Sejumlah tokoh masyarakat Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) meminta KASN atau Komisi Aparatur Sipil Negara menelisik dugaan kecurangan dalam seleksi Sekretaris Daerah Kabupaten Malteng.

Seleksi sudah lebih satu bulan  tetapi belum ada nama yang muncul. Terkait hal ini, masyarakat minta transparansi.

Tokoh Pemuda Maluku Tengah, Rafli Tehuayo mengatakan, dari informasi yang diterima penundaan seleksi Sekkab karena ada kejanggalan dalam dukumen sebagai syarat mutlak ditetapkannya pendaftar sebagai peserta seleksi calon sekertaris daerah.

“Jadi, proses seleksi Sekkab Malteng itu lambat dikarenakan adanya masalah pemalsuan dokumen dari beberapa calon Sekkab tersebut,” kata Rafli Tehuayo dalam keterangan yang diterima Wartawan di Jakarta, Minggu (17/3/19).

"Saya berharap KASN Pusat segera mengambil tindakan atas kasus ini,” tambah Rafli 

Sebelumnya, Lembaga Swadaya Masyarakat Pusat Kajian Strategis dan Pengembangan Sumber Daya Maluku (Pukat Seram) sudah melaporkan adanya dugaan praktik penyalahgunaan dokumen yang dilakukan empat dari lima orang calon yaitu, Rakib Sahubawa, Ahmad Namakule, Latif Ohorella, dan Rony Hetharia.

Ini mencuat setelah pada Kamis 26 Februari 2019 lalu pihaknya meminta konfirmasi langsung kepada mantan Plt Bupati Maluku Tengah, Moh Saleh Thio.

Menurut dia, Dokumen Sasaran Kerja dari keempat nama calon Sekkab itu tidak pernah ditandatangani.

Moh Saleh Thio yang sekarang sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku hanya mengakui menandatangani salah satu calon Sekkab yaitu Aidjarang Wattiheluw.

Karena ada pemalsuan dokumen itu kabarnya KASN di Jakarta pun menunda untuk mengeluarkan hasil seleksi jabatan tinggi pratama untuk menduduki jabatan Sekretaris daerah di kabupaten tertua di Maluku itu. (*)

Jurnalis : Yayat R Cipasang
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani

Komentar

Loading...
Registration