Jum'at, 22 Maret 2019
Politik

PSI Tawarkan Polemik Perdebatan Sehat

PSI Tawarkan Polemik Perdebatan Sehat Andy Budiman, Ketua Tim Kampanye PSI, Sabtu (16/3/2019).(Foto : Lely Yuana/TIMES Indonesia)
Minggu, 17 Maret 2019 - 06:14

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Partai Solidaritas Indonesia atau PSI dikenal sebagai organisasi parpol yang berani buka suara.

Diklaim sebagai partai anak-anak muda yang putus asa dengan politik, PSI acapkali memboyong kritikan sebagai upaya menciptakan nuansa segar dalam kancah politik dan kehidupan berbangsa di Indonesia.

Andy Budiman, Ketua Tim Kampanye PSI mengatakan, kritikan tersebut muncul karena PSI ingin menawarkan sebuah polemik berupa perdebatan politik yang sehat.

“Kalau itu kami tunda tidak kami katakan sekarang, kapan kita akan lihat politik Indonesia akan berubah,” terang Andy Budiman, saat dijumpai dalam rangkaian tour ‘Menangkan Jokowi Pilih PSI’ di Surabaya, Sabtu (16/3/2019). 

Dirinya menambahkan, jika yang disampaikan PSI adalah fakta hasil riset ilmiah. Salah satunya, PSI mengecam aksi korupsi yang justru dilakukan oleh para wakil rakyat.

“Kita tidak akan percaya satu sama lain jika setiap saat merasa dihianati oleh wakil kita yang ada di DPR. Ini masalah serius,” tandasnya.

Sebagai partai pendukung Jokowi dua periode tersebut, Andy menegaskan jika proses kelahiran PSI tidak ada kaitan dengan orde lama maupun orde baru, karena pihaknya ingin membangun sesuatu yang segar. Beberapa kali bertemu Jokowi, Andy Budiman menyampaikan bahwa PSI makin klik mengusung Jokowi menuju kemenangan.

“Jokowi gesturnya selalu nyaman saat bertemu kami, karena mungkin kami mewakili apa yang ingin beliau katakan. Jokowi ingin Indonesia yang demokratis, namun selalu berlawanan dengan keputusan DPR,” demikian tambah Andy Budiman.

Sebagai gagasan reformis dan ide segar untuk masa depan, PSI berdiri menjadi bagian dari upaya memperkuat politik Indonesia. 

“Jokowi perlu ditemani fraksi baru yaitu Partai Solidaritas Indonesia,” jelasnya.

Caleg DPR RI Dapil I Surabaya-Sidoarjo ini juga menilai, jika Surabaya-Sidoarjo memiliki masyarakat yang terbuka, celah bagus bagi masuknya PSI di Jawa Timur.

“Masyarakat Surabaya sangat terbuka dan jauh dari primordialisme, sesuai dengan PSI sebagai partai yang terbuka. Salah satu yang paling kami perjuangkan adalah perda yang bersifat diskriminatif. Jika sekteniarisme dan politik primordialisme tumbuh subur di Indonesia, maka Negeri ini tidak akan menjadi besar,” ucapnya. (*)

Jurnalis : Lely Yuana
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Surabaya

Komentar

Loading...
Registration