Peristiwa - Internasional

ACT Upayakan Bantuan untuk Keluarga Korban Penembakan di Selandia Baru

ACT Upayakan Bantuan untuk Keluarga Korban Penembakan di Selandia Baru Petugas medis mengangkut seorang korban luka-luka dalam penembakan di masjid kota Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3). (FOTO: VOA Indonesia)
Sabtu, 16 Maret 2019 - 22:55

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Direktur Komunikasi Aksi Cepat Tanggap (ACT) Lukman Azis Kurniawan menyampaikan bela sungkawa dan segera akan mengirim bantuan terhadap korban penembakan brutal yang terjadi di dua masjid di Kota Christchurch, Masjid Al Noor dan masjid di Linwood Avenue, Selandia Baru, Jumat (15/3/2019).

"Kami turut berduka cita dengan apa yang menimpa saudara-saudara Muslim di dua masjid yang ada di Christchurch. Sungguh ini adalah tragedi kemanusiaan besar. Insyaallah kami akan berikhtiar semaksimal mungkin untuk membantu keluarga terdampak insiden penembakan brutal ini," kata Lukman.

Saat ini, ACT tengah berupaya menjangkau para keluarga yang turut menjadi korban penembakan massal di dua masjid tersebut. "Insyaallah, kami juga akan menyalurkan bantuan bagi keluarga terdampak insiden penembakan itu," pungkas Lukman.

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern menyatakan 40 orang meninggal dunia dan 20 lainnya mengalami luka serius, sebagaimana dilaporkan Al Jazeera.

Sementara merujuk pada informasi sebelumnya, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno LP Marsudi melaporkan, ada enam orang WNI yang berada dalam masjid ketika serangan terjadi. Sebanyak dua warga Indonesia mengalami luka tembak dalam aksi penembakan di dua masjid tersebut.

"Terdapat dua WNI, ayah dan anak, yang terkena tembak di masjid. Kondisi ayah saat ini di ICU dan anak dirawat di ruang biasa di rumah sakit yang sama, yaitu Christchurch Public Hospital. KBRI Wellington terus berkordinasi dengan otoritas setempat, kelompok WNI dan rumah sakit di Christchurch," sebut juru bicara Kemenlu Arrmanatha Nasir dalam keterangan tertulis.

"Indonesia sangat mengutuk tindakan penembakan ini, khususnya di tempat ibadah saat sedang dilakukan salat Jumat," kata Retno, Jumat (15/3).

Sementara itu, Wahyu Sulistianto Putro, Direktur Regional ACT Jatim  juga merespon peristiwa tragis penembakan di Masjid Al Noor Selandia baru ini.

Wahyu mengatakan, pihaknya akan mengajak seluruh elemen masyarakat Jawa Tmur untuk memberikan doa untuk para korban korban penembakan brutal di Selandia Baru tersebut. "Kami akan melakukan aksi solidaritas mengecam tindakan brutal terorisme yang menewaskan kaum muslimin yang tengah beribadah di Masjid Al Noor New Zealand," tukas Direktur Regional ACT Jatim ini. (*)

Jurnalis : Lely Yuana
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Surabaya

Komentar

Loading...
Registration