Jum'at, 22 Maret 2019
Peristiwa - Daerah

Melihat Lebih Dekat Aktivitas Juru Dakwah Pancasila dalam Naungan KBI Sumsel

Melihat Lebih Dekat Aktivitas Juru Dakwah Pancasila dalam Naungan KBI Sumsel Dialog Kebangsaan KBI Sumsel di Graha Bina Praja Pemprov Sumsel dihadiri 300 Milenial (Foto : Istimewa)
Sabtu, 16 Maret 2019 - 20:56

TIMESINDONESIA, PALEMBANG – Indikasi menurunnya kepercayaan terhadap Ideologi Pancasila menjadi spirit terbentuknya Komunitas Bela Indonesia (KBI). KBI termasuk KBI Sumsel terbentuk karena melihat fenomena adanya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Pancasila selama 13 tahun terakhir menurun sebanyak 10 persen.

"Hal ini berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI). Tentu ini merupakan ancaman bagi kita semua, karena hanya Pancasila lah yang dapat menyatukan segala perbedaan yang kita miliki," ungkap Monica Angi dari KBI Pusat saat Dialog Kebangsaan Indonesia Pilih Pancasila, Sabtu (16/3/2019).

Menurutnya, melihat fenomena tersebut, Komunitas Bela Indonesia (KBI) berinsiatif membuat pelatihan 1000 Juru Bicara Pancasila. "Pelatihan ini dilakukan di 25 provinsi seluruh Indonesia dengan peserta masing–masing 40 orang," ungkapnya. 

Peserta ini terdiri dari representasi banyak elemen organisasi, lembaga, komunitas, latar belakang pekerjaan dan agama yang mencerminkan keberagaman di daerah masing–masing. "Sumatera Selatan menjadi salah satu provinsi yang mendapatkan pelatihan 1000 Juru Bicara Pancasila," katanya. 

KBI Pusat bekerja sama dengan Women Crisis Center Palembang mengadakan pelatihan juru bicara Pancasila selama 4 hari (9 November – 12 November 2018) dengan diikuti 40 orang yang berasal dari berbagai kota dan kabupaten di Sumsel.

Peserta ini juga tentunya berasal dari beragam profesi, organisasi, komunitas dan latar belakang agama yang berbeda. Setelah diberikan pelatihan selama 4 hari, selanjutnya para peserta sudah resmi tergabung dalam Komunitas Bela Indonesia (KBI) Sumsel.

"Dalam pelatihan ini juga dipilih seorang koordinator Provinsi, yaitu Hardi Saputra. Masing–masing provinsi memiliki tugas lanjutan untuk menyebarkan nilai–nilai yang terdapat dalam Pancasila kepada masyarakat," ujarnya. 

Sementara Koordinator KBI Sumsel Hardi Saputra menjelaskan untuk program kerja pertama, KBI Pusat meminta KBI masing – masing provinsi membuat kegiatan dalam rangka kampanye nilai–nilai Pancasila dan ikut menyosialisasikan Pemilu 2019 aman dan damai.

"Untuk menindaklanjuti hal tersebut, KBI Sumsel telah mengadakan beberapa dialog dengan komunitas ataupun lembaga yang ada di Palembang," katanya. 

Selain itu juga, KBI Sumsel mengadakan roadshow ke beberapa radio seperti Radio Elshinta Palembang, Trijaya FM dan Play FM.

Sementara, dalam rangka ikut menyosialisasikan Pemilu 2019 aman dan damai, KBI Sumsel  berinisiatif mengadakan kegiatan yang diberi nama dialog Kebangsaan dengan tema “Indonesia Pilih Pancasila”.

Kegiatan ini menghadirkan beberapa narasumber, di antaranya Hepri Yadi SH.,MH (Komisioner KPU Sumsel),  Syamsul Alwi, S. Sos. M.Si (Kordiv. Penyelesaian Sengketa BAWASLU Sumsel), Letkol Inf. Honi Havana (Komandan Kodim 0418/Palembang),  R.A. Anita Noeringhati, SH. MM. (Ketua Kaukus Perempuan dan Politik Perempuan Indonesia), Dr. Zulfikri Suleman (Pengamat Politik), Asep Burhanudin, M.Ag. (Pengurus KBI Sumsel), Kasubdit Sospol Di Intelkam Polda Sumsel,  AKBP Sigit Hadiyanto, dan dipandu oleh Bung FK.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 300 peserta dan tamu undangan yang berasal dari berbagai organisasi keagamaan, organisasi masyarakat, organisasi kepemudaan, BEM, OSIS dan komunitas.

Ketua Pelaksana kegiatan ini, Jeane Fitira berharap menghimbau dan mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dan ikut menjaga kondusifitas selama proses Pemilu ini berlangsung. "Apapun pilihan kita, harus saling menghargai perbedaan dalam memberikan hak suara. Karena ini cerminan yang terdapat di dalam nilai–nilai Pancasila," katanya. 

Di Acara Dialog Kebangsaan Indonesia Pilih Pancasila ini, KBI Sumsel memberikan komitmennya untuk Pemilu 2019, antara lain: mengajak semua kalangan masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya pada Pemilu tanggal 17 April 2019; menjaga kondusifitas dan mensukseskan Pemilu 2019 agar belangsung aman, damai dan sejuk.

KBI Sumsel mengajak semua kalangan masyarakat untuk menolak politik uang, berita hoaks, ujaran kebencian, konflik SARA dan kampanye hitam.

KBI Sumsel juga mengimbau dan mengajak semua kalangan masyarakat untuk saling menghargai perbedaan pilihan agar terjaganya persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara.(*)

Jurnalis : Fathur Rochman
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : Palembang TIMES

Komentar

Loading...
Registration