Peristiwa - Daerah

Kapolres Batu ke Ponpes Slatri, AKBP Budi Hermanto Ditunjukkan Alquran Kuno

Kapolres Batu ke Ponpes Slatri, AKBP Budi Hermanto Ditunjukkan Alquran Kuno Kapolres Batu, AKBP Budi Hermanto Sik MSi saat bersilaturahmi dengan KH Yusuf Muhtadi, Ponpes Mambaul Huda, Slatri, Kecamatan Kasembon. (Muhammad Dhani Rahman/TIMES Indonesia)
Sabtu, 16 Maret 2019 - 19:14

TIMESINDONESIA, BATUKapolres Batu AKBP Budi Hermanto Sik MSi bersilaturahmi ke kediaman KH Yusuf Muhtadi, Pondok Pesantren Mambaul Huda, Slatri, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, Sabtu (16/3/2019).

Kedatangan kapolres yang didampingi oleh Wakapolres Batu, Kompol Zein Mawardi AMd dan Kapolsek Kasembon, AKP AKP Supriyanto disambut juga oleh Wakil Ketua PC Anshor Kabupaten Malang, Gus Ibnu Mukti dan Pengurus Anshor Kasembon, M Hamam Nasiruddin.

Slatri-Kapolres-Batu-2.jpg

Dalam kesempatan itu, KH Yusuf menunjukkan kitab suci Alquran kuno dan kitab Bidayatul Hidayah, sebuah kitab nasehat Imam Al - Ghazali terhadap para penuntut ilmu.

Di hadapan kapolres, Kiai Yusuf juga memperlihatkan tombak milik Kiai Rodin, kakek dari Kiai Yusuf yang merupakan prajurit Pangeran Diponegoro.

“Alquran dan tiga kitab kuno yang saya tunjukkan ke Kapolres tadi sering dipinjam untuk pameran, seperti di Jogjakarta,” ujar Kiai Yusuf yang juga Ketua MUI Kecamatan Kasembon ini.

Suasana silaturahmi ini penuh keakraban, ditengah obrolan kapolres banyak bertanya terkait kondisi pondok serta proses belajar mengajar agama di Pondok Pesantren Slatri ini.

“Kunjungan ini kita ingin membandingkan ajaran, etika dan budaya di Ponpes ini, sekaligus menggali informasi tentang pengajaran agama di Ponpes ini,” ujar kapolres.

Dalam kesempatan itu, kapolres mengatakan bahwa penyelidikan terus dilaksanakan dengan meminta keterangan kepada santri dan jamah Pondok Pesantren Miftahul Falahil Mubtadiin, Kasembon.

“Mempersiapkan kiamat itu sah-sah saja, namun demikian Polres Batu tetap melakukan penyelidikan kenapa masyarakat luar terus berbondong-bondong datang ke Ponpes ini,” kata kapolres.

Kapolres menegaskan bahwa warga yang ada di Pondok Pesantren Miftahul Falahil Mubtadiin Kasembon bukanlah warga yang hilang, namun mereka sedang mendalami agama Islam.

Kapolres menegaskan bahwa tidak ada orang yang boleh melarang orang untuk belajar agama, hanya saja, menurut kapolres harus dibuat sistem dan regulasinya dengan melibatkan Muspika, MUI dan organisasi agama.

Ditempat terpisah Kiai Yusuf mengatakan bahwa pihaknya mengatakan bahwa permasalahan Ponpes Miftahul Falahil Mubtadiin sudah selesai. Jumat (16/3/2019) MUI sudah bertemu dengan Kiai Romli dan sudah ada kesepakatan.

“Masalah itu sudah selesai, kalau ajarannya sama seperti Ponpes lain, sama seperti Ponpes Kencong, Rejoso, hanya saja kalau diibaratkan Pencak Silat jurusnya sendiri-sendiri,” kata Kiai Yusuf.

Disisi lain, di jamaah dan santrinya Kyai Yusuf mengatakan bahwa ia sudah memberikan tausiyah bahwa tanda-tanda kiamat masih belum terlihat.

“Tanda-tanda kemunculan Dajjal belum ada, kita jelaskan itu biar umat tenang dalam beribadah, kalau terkait meteor saya kok gak gatuk (nyambung), gak ngerti saya soal meteor itu,” kata Kiai Yusuf.

Ia menuturkan bahwa di Ponpes yang dipimpinnya berbaur dengan masyarakat. Bahkan saling mengisi, karena ponpesnya melarang keluarga Ponpes untuk membuka warung makanan, untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat mendapatkan rejeki dari keberadaan ponpes ini.

“Tidak ada gerbang di Ponpes kita, juga tidak ada penjaga, masyarakat bebas masuk dan keluar pondok, kalau ada apa-apa yang menjaga ya masyarakat dan banser, sebaliknya kalau masyarakat butuh Ponpes, kita selalu ada,” kata Kiai Yusuf.

Hal itu diungkap saat Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto Sik MSi bersilaturahmi ke kediaman KH Yusuf Muhtadi, Pondok Pesantren Mambaul Huda, Slatri, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, Sabtu (16/3/2019). (*)

Jurnalis : Muhammad Dhani Rahman
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Batu

Komentar

Loading...
Registration