Peristiwa - Nasional

Mafindo: Facebook, Sarana Penyebar Hoaks Paling Dominan

Mafindo: Facebook, Sarana Penyebar Hoaks Paling Dominan Ilustrasi (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Sabtu, 16 Maret 2019 - 18:59

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Platform media sosial menjadi sarana yang paling dominan digunakan untuk menyebarkan hoaks. Hal itu diungkapkan dalam rilis Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia) dalam rilis yang diterima TIMES Indonesia.

Ketua Presidium Mafindo Septiaji Eko Nugroho menjelaskan, sosial media yang digunakan sebagai penyebar hoaks sejak Juli 2018 sampai dengan Januari 2019.

"Facebook masih menjadi sarana penyebaran hoaks yang paling dominan diikuti oleh WhatsApp dan Twitter," kata Septiaji.

Berikut hasil pemetaan yang dirilis oleh Mafindo:

Facebook 47,43% bulan Juli-Desember 2018, dan 49.54% bulan Januari 2019

Twitter 8,90% bulan Juli-Desember 2018 dan 12,84% bulan Januari 2019

WhatsApp 10,87% bulan Juli-Desember 2018 dan 11,92% bulan Januari 2019.

Sementara itu Santi Indra Astuti, Ketua Komite Litbang Mafindo, menjelaskan bahwa semester II tahun 2018 bentuk hoaks yang paling banyak adalah gabungan antara foto/narasi. Jumlanya mencapai 45,25% diikuti oleh narasi saja sebesar 30,63% dan video/narasi sebesar 14,22%.

“Namun kita melihat pada bulan Januari 2019, komposisinya sedikit berubah dengan 34,86% berupa narasi saja, kemudian gabungan foto/narasi sebanyak 28.44% dan video/narasi sebanyak 17.43%. Kenaikan jumlah hoaks berbentuk video, mengindikasikan kian canggihnya bentuk hoaks yang beredar di masyarakat,” jelas Santi.

Dari rilis ini, Mafindo berharap masyarakat harus lebih memahami bahwa hoaks itu berbahaya bagi masa depan bangsa. Namun itu saja tidak cukup, sebab masyarakat juga harus memiliki kemampuan untuk memilah dan memilih mana berita yang benar dan yang keliru. 

Santi mengatakan kegiatan pembelajaran melek digital (literasi digital) harus dilakukan dengan melibatkan multisektor sebagai bagian untuk meningkatkan ketahanan informasi bangsa. 

"Ini tidak hanya menjadi kewajiban pemerintah saja. Namun menjadi panggilan bagi siapa saja yang tidak ingin negeri ini larut dalam bencana informasi akibat hoaks," kata Ketua Komite Litbang Mafindo, Santi Indra Astuti.(*)

Jurnalis :
Editor : Dhina Chahyanti
Publisher : Sholihin Nur

Komentar

Loading...
Registration