Senin, 25 Maret 2019
Peristiwa - Internasional

Imbau Tak Sebarkan Video Penembakan Selandia Baru, Ini Alasan Kemkominfo RI

Imbau Tak Sebarkan Video Penembakan Selandia Baru, Ini Alasan Kemkominfo RI Staf Ahli Sekjen Kemkominfo Hendrasmo di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (16/3/2019). Foto: Rahmi Yati Abrar/TIMES Indonesia
Sabtu, 16 Maret 2019 - 18:52

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo RI), mengimbau untuk tak menyebarluaskan foto maupun video dari insiden penembakan yang terjadi di dua Masjid Selandia Baru.

Menurut Staf Ahli Sekjen Kemkominfo Hendrasmo, alasan dikeluarkannya himbauan tersebut adalah mencegah terjadinya kerusuhan di tengah proses pemilu 2019 saat ini.

"Jadi menurut saya itu untuk cooling down supaya tidak membawa itu (insiden penembakan) untuk melakukan benturan-benturan terhadap kelompok-kelompok tertentu," ujarnya kepada TIMES Indonesia usai sebuah diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (16/3/2019).

Pasalnya, kata Hendrasmo, segmen agama merupakan hal yang sensitif dan rawan dijadikan alat adu domba oleh pihak-pihak tidak bertanggungjawab.

"Itu kan di antara banyak hoaks segmen terbesar adalah agama yang dialamatkan pada pemerintah," tukasnya.

Diketahui, pasca kejadian penembakan di Masjid An Noor, Christchurch, Selandia baru pada Jumat (15/3/2019) yang menewaskan 40 orang itu, Kemkominfo langsung mengeluarkan himbauan agar masyarakat dan warganet tak menyebarkan konten apapun yang berisi kejadian tersebut. Bahkan Kemkominfo terus melakukan cyber patrol sampai video-video tersebut bersih dari cyber space Indonesia.

Lebih lanjut, Hendrasmo mengatakan himbauan yang diserukan Kemkominfo agar masyarakat tidak secara sadar menyebarkan insiden penembakan brutal itu sudah sangat tepat.

"Saya katakan itu sudah pantas dilakukan, agar orang tidak saling memprovokasi, (agar) cooling down," tandas staf ahli Kemkominfo RI ini. (*)

Jurnalis : Rahmi Yati Abrar
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Rizal Dani

Komentar

Loading...
Registration