Minggu, 17 November 2019
Peristiwa - Nasional

Mafindo Rilis Laporan Hoaks, Paslon 01 Sasaran Hoaks Terbanyak

Mafindo Rilis Laporan Hoaks, Paslon 01 Sasaran Hoaks Terbanyak Ilustrasi hoaks. (FOTO: Istimewa)
Sabtu, 16 Maret 2019 - 18:41

TIMESINDONESIA, JAKARTAMafindo (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia) merilis hasil laporan jumlah hoaks yang berhasil didata dan diverifikasi sebagai hoaks sejak 2018 sampai dengan Januari 2019.

Dalam rilis yang diterima TIMES Indonesia, Mafindo menuliskan jumlah hoax pada tahun 2018 mencapai 997 hoaks dan 488 hoaks (49,94%) diantaranya bertema politik.

Dari 488 hoaks tersebut, Mafindo mencatat terdapat 259 hoaks dengan tema politik sejak Juli sampai dengan Desember 2018. Sedangkan jumlah hoaks pada bulan Januari 2019, sebesar 109 buah dengan 58 hoaks diantaranya bertema politik.

Septiaji, Ketua Presidium Mafindo menjelaskan meningkatkan jumlah hoaks dengan tema politik yang berhasil kami verifikasi sebagai hoaks/disinformasi, berpotensi mengancam kualitas pesta demokrasi terbesar dalam sejarah bangsa Indonesia.

Menurutnya hal ini tak hanya merusak akal sehat calon pemilih, namun juga mendelegitimasi proses penyelenggaraan pemilu. "Lebih parah lagi mampu merusak kerukunan masyarakat yang mengarah ke disintegrasi bangsa,” jelasnya.

Lebih jauh Septiaji mengungkapkan bahwa 259 hoaks dengan tema politik sejak Juli-Desember 2018 tesebut menyasar kepada Paslon 01 dengan 75 hoaks atau sebesar 28,96%, Pemerintah K/L 60 hoaks atau sebesar 23,16%, figur terkemuka 57 hoaks atau sebesar 22,01 %, Paslon 02 dengan 54 hoaks atau sebesar 20,85%, Parpol dengan 9 hoaks atau sebesar 3,48% %, Pemda sebesar 4 atau sebesar 1,54%.

Sedangkan pada bulan Januari 2019, jumlah hoaks mencapai 109 dengan hoaks politik mendominasi sebesar 58 disusul oleh hoaks ‘lain-lain’ 19 dan hoaks kriminalitas sebanyak 7.

"58 hoaks politik tersebut menyasar kepada Paslon 02 sebesar 21 hoaks atau sebesar 36,20 %, Paslon 01 sebesar 19 hoaks atau sebesar 32,75 %, Pemerintah K/L sebesar 8 hoaks atau sebesar 13,79 %, Figur terkemuka sebesar 7 hoaks atau sebesar 12,06 %, Parpol dengan 3 hoaks atau 5,17 %, Pemda nihil," beber Septiaji.

Septiaji memberikan catatan bahwa jumlah angka hoaks politik yang tertera tersebut belum mencerminkan dampak atau tingkat kerusakannya. 

Ada hoaks yang bisa lebih merusak ketimbang hoaks yang lain. "Demikian juga jenis hoaks yang menyasar sebuah kelompok, ada yang jenis hoaks positif yang bisa jadi dibuat oleh pendukungnya sendiri," ungkapnya.

Septiaji Eko Nugroho menyebut trend kenaikan jumlah penyebaran hoaks ini memprihatinkan, karena ruang publik khususnya di media sosial dan group percakapan lebih banyak diisi dengan perdebatan kosong dengan topik hoaks daripada  adu argumen tentang program ataupun topik lain yang lebih substansial.

“Angka kenaikan jumlah hoaks tersebut seharusnya menyadarkan kita bersama, bahwa hoaks ini masih menjadi masalah bersama yang akan merugikan semua pihak. Hanya jika kita menjadi masyarakat sadar fakta maka kita bisa melanjutkan kehidupan demokrasi dengan baik," kata Septiaji.

Ketua Presidium Mafindo itu juga berharap para elit politik untuk tidak menggunakan atau membiarkan hoaks untuk kepentingan elektoral(*)

Jurnalis :
Editor : Dhina Chahyanti
Publisher : Rizal Dani

Komentar

Registration