Peristiwa - Nasional

27 Calon Komisioner KPI RI Sudah di Tangan Menteri Rudiantara

27 Calon Komisioner KPI RI Sudah di Tangan Menteri Rudiantara Komisi Penyiaran Indonesia Pusat. (Foto: Istimewa)
Sabtu, 16 Maret 2019 - 18:19

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Nama calon Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Periode 2019-2022, kini sudah berada di tangan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI, Rudiantara. Calon yang masuk ada yang petahana dan juga pendatang baru.

Anggota Panitia Seleksi Anggota KPI Pusat, Rahmat M Arifin mengatakan, proses seleksi telah rampung. Mereka yang terpilih di tingkat Pansel selanjutnya akan dipilih DPR RI.

"Proses seleksi sudah selesai dan sebanyak 27 calon sudah diserahkan ke menteri," kata Rahmat, saat dihubungi TIMES Indonesia, Sabtu (16/3/2019).

Rahmat mengaku tidak mengetahui kapan 27 calon anggota KPI itu akan diseleksi di DPR, karena untuk proses selanjutnya tergantung kepada Menteri Rudiantara. 

"Tergantung Pak Menteri. Kami hanya menyeleksi 27 orang sesuai permintaan DPR," ujar mantan Wakil Ketua KPI Pusat ini.

"Dari 27 calon itu, nanti akan dipilih menjadi 9 orang komisioner pusat berikut cadangannya oleh DPR untuk periode 2019-2022," tambahnya. 

Dari data yang diterima TIMES Indonesia dari sumber terpercaya, nama calon anggota KPI Pusat yang lolos seleksi Pansel adalah: Adam Bakhtiar, Irsal Ambia, Mimah Susanti, Ade Bujaeremi, Muhammad Daud, Muhammad Reza, M Adil Quarta Anggoro, Prilani, M. Badrun, M. Fajrudin Taqwa, Azwar Hasan, Ira Diana, Mulyo Hadi Purnomo, Boyke Priyatnakusuma, Imam Wahyudi, Busrizalti, Dayu Padmana Rengganis, Dwi Ajeng, Muhammad Badaruddin, Muhammad Zamroni, Supadianto, Satrio  Arismunandar, Ubaidillah Sadewa, Riyanto Gozali, Rando Nadeak, Ida Bagus Alit dan Sapardiono.

"Dari 27 calon itu, nanti akan dipilih menjadi 9 orang komisioner KPI pusat berikut cadangannya oleh DPR untuk periode 2019-2022," kata anggota Pansel Calon Komisioner KPI Pusat, Rahmat M Arifin.(*)

Jurnalis : Yayat R Cipasang
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Loading...
Registration