Peristiwa - Nasional

PPP Kerap Diramal Tidak Lolos PT, Arsul: Sudah Tiga Kali Terbukti Salah

PPP Kerap Diramal Tidak Lolos PT, Arsul: Sudah Tiga Kali Terbukti Salah Konferensi Pers DPP PPP Terkait Penangkapan Ketum PPP Romahurmuzy (FOTao: Rizki Amana/TIMES Indonesia)
Sabtu, 16 Maret 2019 - 17:42

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Terjaringnya Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (Ketum PPP) Romamurhuzy oleh Komunikasi Pemberantasan Korupsi (KPK) banyak diramalkan akan berdampak terhadap elektabilitas partai berlambang Ka'bah tersebut.  Bahkan tak sedikit yang beranggapan PPP akan sulit untuk lolos dalam parlementery treshold (PT) atau batas ambang partai. 

Menanggapi hal tersebut, Sekjen PPP Arsul Sani mengatakan sejak Pemilu 2004 lalu, PPP kerap diramal sulit lolos dalam parlemen. Namun, ia mengatakan bahwa hal tersebut terbukti salah dan tetap optimis partainya dapat melewati batas amabang sebesar 4 persen dalam Pemilu 2019. 

"Sudah tiga kali Pemilu ramalannya tidak lolos, alhamdulillah masih lolos. Jadi, kami harus punya optimisme itu dan kami yakin sama itu juga ada di seluruh jajaran partai," ucap Arsul dalam jumpa pers di Gedung DPP PPP, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (16/3/2019).

Lebih lanjut, Arsul menjelaskan bahwa pihaknya terus menjaga komunikasi kepada seluruh jajaran partai dalam strategi melewati perolehan suara nasional yang telah ditentukan. Seperti halnya, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) serta para ranting partai. 

"Lebih intensif dalam waktu 30 hari ini kami masih bisa mencapai target paling tidak melewati batas ambang batas parlemen yang 4 persen," jelasnya. 

Peristiwa terjaringnya Ketum PPP, Romahurmuzy yang terjaring OTT KPK telah membuat kubu PPP memutar cara agar dapat menjaga elektabilitas partai. Sebab, peristiwa tangkap tangan tersebut dikaitkan dengan pertaruhan elektabilitas PPP yang banyak diramaakan akan sulit lolos dalam batas ambang partai Pemilu 2019. (*)

Jurnalis : Rizki Amana
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Rizal Dani

Komentar

Loading...
Registration