Peristiwa - Daerah

Tiga Bidang Pembangunan Kota Probolinggo Jadi Sorotan Kepala Bappenas RI 

Tiga Bidang Pembangunan Kota Probolinggo Jadi Sorotan Kepala Bappenas RI  Kepala Bappenas RI saat berada di Kota Probolinggo. (FOTO: Rizal Al Kamiri for TIMES Indonesia)
Sabtu, 16 Maret 2019 - 16:43

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas RI, menyoroti beberapa bidang pembangunan di Kota Probolinggo, Jawa Timur. Ada tiga potensi, yang diyakini Kepala Bappenas dapat dikembangkan di Kota Probolinggo itu.

Tiga potensi tersebut, meliputi fasilitas penunjang wisata, pelabuhan dan jasa. Di Kota Probolinggo, Kepala Bappenas RI, Bambang Brodjonegoro, didampingi anggota komisi 11 DPR RI, Faisol Reza.

Kota Probolinggo, menurut Bambang, diharuskan berbenah dalam mengembangkan fasilitas penunjang pariwisata. Karena merupakan kota penyangga, sekaligus pintu masuk kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Dimana penyediaan fasilitas wisatawan seperti perhotelan, retail, restoran, dan transportasi, menjadi sangat dibutuhkan.

Pembangunan kedua, diminta lebih terfokus pada pengembangan potensi pelabuhan yang ada. Sebab secara demografis, Kota Probolinggo berada pada kawasan industri yang berdampingan dengan Kabupaten Pasuruan. Sehingga potensi transportasi industri utamanya melalui akses laut perlu dilakukan.

“Penting sekali ya, pengembangan pelabuhan dengan kawasan industri itu. Saat ini sektor industri mengalami pergeseran. Dari wilayah Jawa Barat, ke wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur,” ujar Bambang, Sabtu (16/3/2019).

Sektor ketiga pembangunan yang menjadi sorotan adalah sektor jasa. Meliputi keuangan, transportasi, dan rumah sakit rujukan regional. Khusus untuk rumah sakit rujukan regional, harus menjadi perhatian serius. Sehingga Kota Probolinggo dapat menjadi kota jasa yang kompetitif di Jawa Timur. Yang dapat bersaing dengan Kabupaten dan Kota Malang serta Surabaya.

Sebagai informasi, dari ketiga pengembangan pengembangunan di Kota Probolinggo tersebut, 2 diantaranya telah mulai berjalan. Seperti penyediaan jasa perhotelan dan restoran. Serta kawasan wisata tambahan di daerah pesisir pantai.

Bidang lainnya, yakni ketersediaan terminal peti kemas yang berada di area pelabuhan perikanan pantai Mayangan, Kota Probolinggo. Namun, meski begitu, pelabuhan Nusantara untuk bongkar muat kapal besar di kota ini, tidak dikelola oleh pemerintah daerah setempat. Melainkan dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jawa Timur. Sehingga Pemkot Probolinggo, tidak memiliki otoritas penuh dalam pengelolaannya. (*)

Jurnalis : Happy L. Tuansyah
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Probolinggo

Komentar

Loading...
Registration