Jum'at, 22 Maret 2019
Peristiwa - Nasional

Kemkominfo RI: Berhenti Sebarkan Video Penembakan di Selandia Baru

Kemkominfo RI: Berhenti Sebarkan Video Penembakan di Selandia Baru Proses evakuasi korban penembakan di masjid Christchurch, Selandia Baru (Foto: EPA)
Sabtu, 16 Maret 2019 - 14:23

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Aksi penembakan yang terjadi pada Jumat (15/3/2019), di Christchurch, Selandia Baru, sempat direkam dan disiarkan langsung oleh pelaku secara live streaming di Facebook. Tak butuh waktu lama, video kekerasan itu langsung viral dan tersebar luas di media sosial.

Menanggapi aksi penembakan yang menewaskan 49 korban itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo RI) dalam keterangan resminya mengimbau agar warganet berhenti menyebarluaskan konten (foto, gambar, video) tersebut karena berpotensi menimbulkan ketakutan di masyarakat.

"Kementerian Komunikasi dan Informatika mengimbau agar warganet dan masyarakat tidak menyebarluaskan atau memviralkan konten baik dalam bentuk foto, gambar, atau video yang berkaitan dengan aksi kekerasan berupa penembakan brutal yang terjadi di Selandia Baru," ujar Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu

"Kementerian Kominfo mendorong agar masyarakat memperhatikan dampak penyebaran konten berupa foto, gambar atau video yang dapat memberi oksigen bagi tujuan aksi kekerasan, yaitu membuat ketakutan di masyarakat,” imbuhnya.

Ferdinan menjelaskan, pihaknya akan bekerja sama dengan Polri melakukan pemantauan dan pencarian situs dan akun penyebar konten negatif terkait aksi penembakan itu setiap dua jam sekali, menggunakan mesin AIS.

Diakhir keterangannya, Plt Kepala Biro Humas Kemkominfo RI, Ferdinandus Setu juga mengharapkan partispasi aktif masyarakat untuk melaporkan keberadaan konten dalam situs atau media sosial melalui aduankonten.id atau akun twitter @aduankonten.(*)

Jurnalis : Ainul Yaqin (MG-86)
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Loading...
Registration