Peristiwa - Nasional

Mengaku Dijebak, Ini Surat Lengkap Pengakuan Romahurmuziy

Mengaku Dijebak, Ini Surat Lengkap Pengakuan Romahurmuziy Romahurmuziy. (FOTO: dok. TIMES Indonesia)
Sabtu, 16 Maret 2019 - 13:44

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (Ketum PPP), Romahurmuziy diketahui tertangkap tangan dalam OTT KPK RI di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (15/3/2019) pagi.

Dirinya diamankan bersama lima orang lainnya yang terdiri dari unsur penyelenggara negara dan juga swasta. Romahurmuziy alias Rommy diduga terlibat dalam transaksi suap pengisian jabatan di Kementerian Agama baik pusat dan daerah.

Usai jalani pemeriksaan, Rommy keluar dari gedung KPK RI sekitar pukul 11.45 WIB, Sabtu (16/3/2019). Dirinya tampak mengenakan baju putih lengkap dengan rompi oranye.

Tak ada satu kalimat pun yang keluar dari mulutnya. Akan tetapi, terdapat sebuah surat terbuka yang ditulis Rommy dan ditujukan untuk seluruh rakyat Indonesia.

Dalam surat tersebut, Rommy mengaku telah dijebak dan tidak tahu akan mengalami musibah tangkap tangan tersebut.

Berikut isi surat terbuka tersebut:


1. Saya ingin memulai dengan pepatah arab: musibah yang menimpa suatu kaum akan menjadi manfaat dan faidah untuk kaum yang lain.


2.  Saya merasa dijebak dengan sebuah tindakan yang tidak pernah saya duga, saya pikirkan, atau saya rencanakan bahkan firasatpun tidak. Itulah kenapa saya menerima sebuah permohonan silaturahmi di sebuah lobi hotel yang sangat terbuka dan semua tahu bisa melihatnya. Ternyata niat baik ini menjadi petaka.


3. Dengan adanya informasi pembuntutan saya selama beberapa pekan bahkan bulan sebagaimana disampaikan penyelidik, maka inilah resiko menjadi juru bicara terdepan sebuah koalisi yang menginginkan Indonesia tetap dipimpin oleh paham nasionalisme-religius yang moderat.


4. Kejadian ini juga menunjukkan inilah resiko dan sulitnya menjadi salah satu public figure yang sering menjadi tumpuan aspirasi tokoh agama atau tokoh-tokoh masyarakat dari daerah.


5. Kepada rekan-rekan TKN Jokowi-Amin dan masyarakat Indonesia, saya mohon maaf atas kejadian menghebohkan yang tidak diinginkan ini. Inilah resiko pribadi saya sebagai pemimpin yang harus saya hadapi dengan langkah-langkah yang terukur dan konstitusional dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah. Mohon doanya.


6. Kepada warga PPP di seluruh pelosok tanah air, rekan-rekan pengurus DPP DPW, DPC, PAC dan Ranting: saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas seluruh persepsi dan dampak akibat kejadian yang sama sekali tidak pernah terlintas di benak ini. Jangan kendurkan perjuangan karena waktu menuju pemilu hanya tinggal hitungan hari. Saya sudah keliling nusantara dan meyakini PPP lebih dan mampu untuk melewati ambang batas parlemen. Saya akan segera mengambil keputusan yang terbaik untuk organisasi, setelah bermusyawarah dengan rekan-rekan fungsionaris DPP dan DPW dalam keterbatasan komunikasi yang saya miliki saat ini.


7. Kepada kakak, adik, keluarga besar terkhusus istri dan anakku tercinta, Ayah mohon maaf yang sebesar-besarnya atas segala kesedihan, kerepotan dan perasaan yang kalian terima. Dengan seluruh perasaan Ayah yang masih tersisa saat ini, dengan segala ketulusan Ayah, mohon keyakinan kalian bahwa apa yang sesungguhnya terjadi tidaklah seperti yang tampak di media. Ikhlaskanlah takdir yang menimpa Ayah sebagi pemimpin saat ini.


Anakku, permataku dan pembuat senyumku, engkau harus tetap belajar rajin karena UN sudah dekat. Tak usah kau pedulikan apa kata orang jika mereka membullymu, karena inilah resiko menjadi pemimpin politik seperti yang selalu Ayah bilang. Ayah doakan semoga engkau tetap menjadi yang terbaik seperti biasanya di sekolahmu. Peluk cium ayahmu dari jauh yang selalu mencintaimu.


Istriku, belahan nyawaku,
Engkaulah kekuatanku. Aku yakin kita terus saling menguatkan, menghadapi badai ini agar cepat berlalu. Aku merasakan  begitu besarnya cinta dan kesungguhan serta pengorbananmu mendampingiku. Terimakasih untuk terus mempercayaiku. Karenanya izinkan aku untuk terus mencintaimu. Titip cium untuk anak kita setiap hari.

 

M Romahurmuzy

Jurnalis : Rahmi Yati Abrar
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Loading...
Registration