Peristiwa - Internasional

Pemimpin Muslim Australia Sikapi Tegas Penembakan di Masjid Selandia Baru

Pemimpin Muslim Australia Sikapi Tegas Penembakan di Masjid Selandia Baru Para pemimpin Muslim NSW Australia mengadakan pertemuan dengan polisi (Foto: istimewa)
Sabtu, 16 Maret 2019 - 13:13

TIMESINDONESIA, AUSTRALIA – Menyusul penembakan di Masjid Selandia Baru yang memakan korban jiwa, Jumat (15/3/2019), para pemimpin muslim di New South Wales (NSW), Australia pun mengeluarkan pernyataan sikap tegas.

Para pemimpin Muslim yang tergabung dalam ANIC atau Australian National Imams Council itu mengadakan pertemuan dengan Komisaris Polisi NSW, dan menghasilkan beberapa poin sebagai berikut:

  1. Mufti (Para pemimpin Muslim) Australia sangat mengutuk serangan dua Masjid di Christchurch, Selandia Baru.
  2. Sangat penting bahwa kita berdiri bersama sebagai sebuah komunitas dan menentang semua tindakan dan kata-kata kebencian, terorisme, dan kekerasan yang diarahkan pada setiap anggota masyarakat kita. Kekerasan, ekstremisme, dan tindakan terorisme bukan milik agama atau keyakinan apa pun.
  3. Komunitas Muslim harus tetap tenang dan mendapatkan dukungan dari teman-teman di sekitar kita yang datang untuk mendukung kita.
  4. Semua orang marah tetapi sekarang bagaimana kita memusatkan kemarahan itu untuk menjadikan NSW sebagai tempat yang aman. Setiap orang bertanggung jawab atas keamanan di negara ini.
  5. Polisi NSW meningkatkan patroli dan kunjungan ke masjid-masjid (termasuk IQRO) sejak kemarin hingga beberapa minggu ke depan. Jika kehadiran polisi tambahan pada kerangka waktu tertentu diperlukan, polisi NSW akan siap mendukung.
  6. Polisi NSW tersedia untuk memastikan bahwa semua orang selamat dan merasa aman terutama komunitas Muslim.
  7. Untuk insiden yang belum pernah terjadi sebelumnya, disarankan untuk menghubungi kantor polisi terdekat.

Sebelumnya, penembakan di Masjid Selandia Baru pada dua lokasi berbeda pada Jumat (15/3/2019) mendapat kecaman tajam dari seantero dunia dengan jumlah korban mencapai 49 orang dan puluhan lainnya mengalami luka serius. (*)

Jurnalis : Widodo Irianto
Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Dhian Mega

Komentar

Loading...
Registration