Ketahanan Informasi

2023 NTB Bersih, Ekopar NTB bersama Pemerintah Serius Bersihkan Sampah

2023 NTB Bersih, Ekopar NTB bersama Pemerintah Serius Bersihkan Sampah Dani Mukarrom ( Kepala Dinas Lingkungan Hidup NTB) , Suaeb Qury (Penulis), Peserta Diskusi EKOPAR NTB. (FOTO: AJP/TIMES Indonesia)
Sabtu, 16 Maret 2019 - 09:00

TIMESINDONESIA, MATARAM – Lembaga Kajian Ekonomi dan Pariwisata atau Ekopar NTB menggelar diskusi soal sampah dan pengaruhnya terhadap perkembangan pariwisata di Nusa Tenggara Barat.

Acara dikemas dalam diskusi santai menghadirkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Nusa Tenggara Barat Dani Mukarrom serta penulis 'Pariwisata NTB Mati Suri' Suaeb Qury di Kopi Proletar, Jumat (15/3/19).

Ekopar-Ntb2.jpg

Usman Abidin Ketua Lembaga Kajian Ekopar NTB mengatakan diskusi sampah ini perlu dilaksanakan menangapi banyak event yang digelar di Nusa Tenggara Barat.

“Diskusi ini penting dilakukan mengingat NTB terpilih menjadi tempat pelaksanaan Moto GP 2021, dan program Zero Waste yang digembar-gemborkan Gubernur Nusa Tenggara Barat,” jelas Usman.

Ia berharap pemerintah bisa bekerjasama bersama mahasiswa untuk menyadarkan masyarakat tentang kebersihan untuk mewujudkan NTB yang bebas sampah.

Kadis Lingkungan Hidup, Dani Mukarom dihadapan peserta diskusi mengungkapkan bahwa sampah bukanlah persolan sepele namun sampah persoalan yang serius yang harus diselesaikan bersama-sama.

“Sampah itu tidak sesederhana yang dipikirkan, setiap orang bisa menghasilkan sampah setiap harinya sampai 0,7 Kg per harinya,” ungkapnya.

Menurutnya bahwa sampah di NTB hanya bisa diserap 18% dari 300 Ton sampah dan sisanya 82% berada di lingkungan dan sungai. Ini tugas berat pemerintahNTB dibidang lingkungan.

Dari pemaparannya, ia menjelaskan bahwa pemerintah Nusa Tenggara Barat melalui Zero Waste mempunyai visi 2023 NTB bersih, maka dari itu pemerintah membutuhkan support dalam pembentukan Perda Zero waste.

Adapun isi dari perda yang dibuat berisikan Sistem pengelolaan sampah dan Teknologi Pengelolaan sampah, pemerintah nusa tenggara Barat menawarkan Bank Sampah yang dikelola langsung oleh BUMDes maupun masyarakat setempat sehingga sampah menjadi berkah.

“Konsep kami ke depan, sampah jadi berkah dan jualah sampah pada tempatnya,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup.

Suaeb Qury juga angkat bicara tentang sampah, menurutnya kesseriusan pemerintah dalam program zero waste perlu dukungan dari berbagai pihak. “Keseriusan pemerintah tanpa di topang kekuatan Civil Secoity tidak mungkin terlaksana,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah perlu membangun bebrapa hal untuk mewujudkan program Gubernur NTB. “Pemerintah perlu membangun bebrapa hal untuk membangun daerah yakni Human Resurce, Cultur Resurce, dan Natural Resurce,” jelas Suaeb.

Diskusi soal sampah yang diinisiasi Ekopar NTB ini berjalan dengan hangat serta penuh dengan ide-ide yang membangun. (*)

Jurnalis : Rizki Handika Putra (DJ-063)
Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

Komentar

Loading...
Registration