Politik

Soal Status Guru Honorer, PB PGRI Tagih Janji Jokowi 

Soal Status Guru Honorer, PB PGRI Tagih Janji Jokowi  Diskusi 'Realita Pengangguran dan Asa Pekerja Indonesia' (FOTO: Syaiful Munir For TIMES Indonesia)
Sabtu, 16 Maret 2019 - 10:23

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Ketua Pengurus Besar (PB) PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) Didi Suprijadi menagih janji presiden Joko Widodo (Jokowi) mengangkat ratusan ribu guru honorer menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

Hal tersebut sebagaimana janji Jokowi yang bakal mengangkat guru honorer menjadi PNS ketika Kampanye Pilpres 2014. 

Lantaran janji itu belum terwujud hingga tahun kelima pemerintahannya maka PGRI menagihnya.

"Sebetulnya presiden yang sekarang ini sudah berjanji di tahun 2014 dalam piagam Trilayak Ki Hajar Dewantoro dimana di dalamnya tertulis layak status, layak upah, dan layak jaminan sosial. Terutama yang pertama yaitu layak status. Dia berjanji akan mengangkat honorer ini, menyelesaikan honorer ini menjadi PNS," kata Didi dalam diskusi 'Realita Pengangguran dan Asa Pekerja Indonesia' di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Jumat (15/03/2019).

Didi mengatakan, status guru honorer yang tidak jelas menyebabkan mereka tidak sejahtera. Para guru honorer juga tidak memiliki jaminan sosial yang layak. Karenanya, kata Didi, wajar bila pihaknya mempertanyakan nasib guru honorer.

"Kalau ditanya, buruh itu kan ada majikan yang menggaji. Kalau guru, ditanya ke Kemendikbud mereka merasa dia tidak punya guru. Dia bukan pegawai Kemendikbud. Lalu kami ini pegawainya siapa?" kata Didi.

Dalam kesempatan itu, Didi menitipkan aspirasi para guru honorer kepada Prabowo Subianto - Sandiaga Uno. Didi meminta paslon nomor urut 02 itu ikut mencari solusi terkait terkatung-katungnya status guru honorer.

Menurut dia, hal ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak memiliki kemauan untuk mensejahterakan pahlawan tanpa tanda jasa ini.

"Persoalan guru honorer ini yang perlu disikapi oleh capres yang akan datang, yang sekarang ini manggung," kata Didi. (*)

Jurnalis : Alfi Dimyati
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Loading...
Registration