Jum'at, 22 Maret 2019
Peristiwa - Daerah

Erupsi Gunung Bromo tak Pengaruhi Wisatawan

Erupsi Gunung Bromo tak Pengaruhi Wisatawan Suasana di sekitar laut pasir Bromo. (FOTO: Muji S. For TIMES Indonesia)
Sabtu, 16 Maret 2019 - 09:09

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Hingga saat ini Gunung Bromo di Probolinggo, Jawa Timur, masih erupsi. Emisi abu vulkanik, masih melanda sejumlah kawasan Bromo. Namun keadaan itu tidak mempengaruhi wisatawan.

Wisatawan justru disuguhi momen langka, yakni kepulan asap eksotis bromo yang jarang terjadi.

TIMES-Indonesia-Erupsi-Gunung-Bromo-2.jpg

Semburan abu vulkanik dari kawah Gunung Bromo, masih terlihat, melalui puncak Cemara Indah, Desa Ngadisari, Sukapura, Probolinggo. Abu vulkanik yang diterbangkan angin, nampak mengendap di sekitar hotel dan pintu masuk Cemoro Lawang.

Terutama ketika asap vulkanik Bromo mengarah ke utara. Endapan abu vulkanik, juga ditemui di atas bodi kendaraan yang terparkir di ruang terbuka. Kondisi yang sama juga terjadi di laut pasir Bromo. hujan abu tipis masih melanda sebagian kawasan wisata tersebut.

Kendati demikian, kondisi ini tidak mempengaruhi wisatawan yang datang. Lantaran semburan asap dari kawah bromo membuat pemandangan makin indah dan eksotis. Keadaan inipun, langsung diabadikan dengan kamera smartphone maupun kamera DSLR.

“Ini baru pertama kali sih kesini, tapi bagus banget. Dari pada tempat wisata yang lain, ini paling bagus,” ujar wisatawan asal Bandung, Anesha Afriani, Sabtu (16/3/2019).

TIMES-Indonesia-Erupsi-Gunung-Bromo-3.jpg

Momen langka kepulan asap Gunung Bromo ini, juga memukau wisatawan asing. Wisatawan asal Polandia, Roberts menyebut, lima kali kunjungannya ke Bromo, baru kali ini ia bisa melihat Bromo erupsi. Sekaligus menyaksikan kepulan asap eksotisnya. Walau tak ditampiknya, ia sempat was-was dan takut.

“Already five times, but first time like this. Hardly to see something,” katanya.

Sebagai informasi, saat ini semburan asap dari kawah Gunung Bromo masih membumbung hingga ketinggian 600 MDPL. Teramati abu abu kecoklatan, bertiup lemah ke arah utara, timur dan timur laut. Sementara aktivitas kegempaan, masih berkisar antara 0,5 hingga 5 milimeter, dominan 1 milimeter. Wisatawan maupun warga, masih bisa beraktivitas di luar radius satu kilometer dari puncak kawah. (*)

Jurnalis : Happy L. Tuansyah
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Probolinggo

Komentar

Loading...
Registration