Jum'at, 22 Maret 2019
Peristiwa - Daerah

Warga Desa Jaban di Yogyakarta Berantas Penyakit DBD dengan Gerjas

Warga Desa Jaban di Yogyakarta Berantas Penyakit DBD dengan Gerjas Pementasan seni yang digelar oleh Gerjas di lapangan Gadingan, Ngaglik, Sleman. (FOTO: Dwijo Suyono/TIMES Indonesia)
Sabtu, 16 Maret 2019 - 00:16

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Wabah demam berdarah (DBD) yang sempat melanda Desa Jaban, Kecamatan Ngaglik Kabupaten Sleman, Yogyakarta membuat warganya sadar kesehatan. Mereka pun bersepakat membuat gerakan secara bersama sama yang diberi nama Gerjas untuk melawan penyakit yang dipicu oleh nyamuk Aedes Agepty ini.

“Gerakan warga ini dinamakan Gerjas atau Gerakan Jaban Sehat,” kata Koordinator Humas Gerjas, Wasvita Sarti kepada TIMES Indonesia di sela sela acara pentas seni yang dihelat Gerjas di lapangan Gadingan, Ngaglik, Sleman, pada Jumat petang (15/3/2019).

Vita, sapaan akrab, Wasvita Sarti, gerakan ini bertujuan mengajak masyarakat untuk melakukan hidup sehat. Kemudian, kegiatan yang dilakukan Gerjas terus bergulir dengan berbagai aktifitasnya.

Misalnya, pemeriksaan kesehatan rutin, olahraga senam serta berbagai kegiatan yang lainnya dan saat ini merupakan salah satu bentuk kegiatan  yakni pentas seni dan siraman rohani oleh ustadz Yusuf Mansyur.

“Kegiatan ini dapat memperkuat daya tahan masyarakat tidak hanya untuk kesehatan fisik saja tetapi juga untuk kesehatan rohani,” harap Vita .

Ketua Gerjas, Jatmiko mengatakan, saat ini pihaknya tengah menggenjot potensi yang ada di Desa Jaban. Baik potensi ekonomi maupun sosial serta budaya sehingga masyarakat akan menjadi semakin kuat  dalam segala bidang.

“Karena itu, motto yang digunakan Gerjas  yaitu 'Sehat Jasmanine, Sehat Rohanine, Sehat ekonomine, Sehat keluargane'” yaitu tidak hanya sehat secara pribadi tetapi juga sehat keluarga yang akan berkembang menjadi masyarakat yang sehat di segala aspek,” kata Jatmiko.

Jatmiko menambahkan, apa yang dikerjakan kelompoknya juga dapat menginspirasi berbagai kelompok masyarakat yang ada sehingga akan menjadi semakin luas masyarakat yang kuat dan mandiri serta sehat.

Tri Soenoemoerty, warga setempat menerangkan, bahwa apa yang dilakukan oleh kelompok Gerjas ini merupakan sesuatu yang bagus. Sebab, gerakan ini memberdayakan masyarakat untuk bergerak bersama sama melawan penyakit.

“Sehingga, desa ini akan menjadi tempat yang sehat dan nyaman,” kata Tri.

Gerakan Gerjas di Desa Jaban Yogyakarta ini diramaikan penampilan kesenian tradisional Jhatilan serta tari Badui yang dilakukan oleh para muda mudi. (*)

Jurnalis : Dwijo Suyono (CR-139)
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Yogyakarta

Komentar

Loading...
Registration