Jum'at, 20 September 2019
Peristiwa - Nasional

Ketua Umum PPP Ditangkap KPK,  Ruang Kerja Menag RI Disegel

Ketua Umum PPP Ditangkap KPK,  Ruang Kerja Menag RI Disegel Tampak ruang kerja Menag Lukman Hakim Saifuddin yang tersegel KPK (Foto: Istimewa)
Jum'at, 15 Maret 2019 - 21:29

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Ruang kerja Menteri Agama  (Menag) RI, Lukman Hakim Saifuddin, di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, disegel Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK RI). Penyegelan itu dilakukan KPK beberapa saat setelah Ketua Umum PPP Romahurmuziy  tertangkap tangan (OTT) dalam kasus dugaan jual beli jabatan.

Dari foto-foto yang diterima TIMES Indonesia, Jumat (15/3/2019), tampak ruang kerja yang berpintu cokelat dan di ditengahnya terpampang logo Garuda Pancasila tersegel di bagian  pegangan pintunya. Segel melilit dan sangat jelas berlogo KPK bertuliskan warna merah.

Dari informasi yang diterima TIMES Indonesia, jual beli jabatan di lingkungan kanwil Kemenag itu sudah bukan rahasia lagi. Seorang sumber menyebutkan ada 3 calon kepala Kanwil Kemenag Jatim.

"Masing-masing punya jalur sendiri-sendiri. Diduga ada yang jalur khusus by pass ke Menag dan ada juga yang lewat Romy sebanyak 2 orang," kata sumber tersebut.

Pada 11 Januari 2019, sebuah lembaga swadaya masyarakat  sudah mendesak Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) bergerak cepat menelusuri dugaan maladministrasi dalam seleksi pimpinan tinggi pratama di lingkungan Kementerian Agama

Anggota KASN Tasdik Kinanto mengaku segara memproses setiap laporan yang masuk terkait ASN. 

Di antaranya adalah laporan dugaan maladmininistrasi pada seleksi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur (Kakanwil Kemenag Jatim) yang disampaikan Aliansi Rakyat Peduli Keadilan (ARPK).

Kabar terakhir, Romahurmuziy sudah tiba di Gedung KPK RI. Romy setiba di Gedung Merah Putih itu, langsung digiring ke ruang penyidikan melalui tangga. Romy yang memakai jaket hitam dan topi biru serta mengenakan masker tampak lebih banyak menunduk dan menghindari sorotan kamera. (*)

Jurnalis : Yayat R Cipasang
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Registration