Peristiwa - Daerah

Sawah Milik Petani di Pamekasan Terancam Gagal Panen, Ini Penyebabnya

Sawah Milik Petani di Pamekasan Terancam Gagal Panen, Ini Penyebabnya Salah satu pemilik tanaman padi yang menelateni buah tanamannya yang roboh itu dengan cara mengikat batang padinya yang satu sama lainnya. (Foto: Akhmad Syafii/TIMES Indonesia)
Jum'at, 15 Maret 2019 - 20:28

TIMESINDONESIA, PAMEKASAN – Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi di Kecamatan Batumarmar Kabupaten Pamekasan, dalam beberapa hari terakhir ini menyebabkan sejumlah sawah milik petani yang hampir panen banyak yang roboh.

Salah satunya milik Nor (46) dari Desa Bujur Timur mengaku musim panen padi kali ini dipastikan akan mengalami kerugian karena tanaman padinya yang kurang satu bulan panen banyak yang roboh akibat hujan deras disertai angin kencang, Jum'at (15/03/2019).

“Biasanya kalau sudah seperti ini, bisa dipastikan panen yang semestinya bulan depan pasti gagal, apalagi padi sudah mulai menguning,” jelasnya.

Untuk sementara, perempuan kelahiran Pamekasan ini tetap menegakkan buah padi tanamannya yang roboh itu dengan cara mengikat batang padinya yang satu sama lainnya sehingga tanamannya itu tetap berdiri dan tudak terendam air dibawahnya.

Menurutnya, jika sudah seperti itu maka akan sangat berpengaruh pada harga jual gabahnya jika waktunya panen nanti. “Kalau tidak diikat batangnya, pasti akan membusuk butir padinya, namun yang jelas hasilnya akan menyusut tidak seperti tahun kemarin,” ungkapnya.

Hal yang sama juga dikatakan petani Akhmad (60) yang juga punya lahan sawah berharap cuaca yang sedikit ekstrem di Pamekasan ini tidak terjadi lagi mengingat dampaknya begitu besar yang ditimbulkannya. “Semoga cuaca yang tak menentu ini tidak sampai berkelanjutan, apalagi sebentar lagi akan menjelang datangnya bulan Ramadhan, biasanya semua bahan kebutuhan pada naik,” jelasnya. (*)

Jurnalis : Akhmad Syafii (MG-78)
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Madura

Komentar

Loading...
Registration