Peristiwa - Internasional

Dompet Dhuafa Menyesalkan Peristiwa Penembakan Massal di Selandia Baru

Dompet Dhuafa Menyesalkan Peristiwa Penembakan Massal di Selandia Baru Ilustrasi Corp Dai Ambasador Dompet Dhuafa di Australia Dan Sekitarnya (FOTO: Dompet Dhuafa For TIMES Indonesia)
Jum'at, 15 Maret 2019 - 20:42

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Direktur Utama Dompet Dhuafa Imam Rulayawan menyesalkan peristiwa penembakan brutal yang menyasar jamaah shalat Jumat di Masjid Al Noor dan Linwood di Christchurch di Selandia Baru, pada hari Jumat 15 Maret 2019 sekitar pukul 13.40 (waktu setempat).

Imam Rulayawan juga menyampaikan bahwa Dompet Dhuafa ikut berduka cita mendalam kepada korban dan keluarga korban.

"Aksi kekerasan, radikalisme dan terorisme bisa mengambil bentuk dalam agama atau ideologi apa saja. Namun, ajaran cinta kasih dan ukhuwah akan selalu membentengi agama dari aksi-aksi terorisme ini," katanya, Jumat (15/3/2018).

Imam mengajak kepada semua pemuka dan umat beragama apa pun untuk bergandengan tangan, berdialog, dan bekerja sama untuk menyuburkan kasih sayang dan sikap saling memahami antar-pemeluk agama. 

"Dompet Dhuafa akan turut berkontribusi untuk membangun dialog dan kerja sama antarumat beragama sebab kemanusiaan melunturkan batas-batas ras, suku, dan agama melalui aksi-aksi kemanusiaan yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa," katanya. 

Imam juga berharap agar para pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal dan semoga tragedi kemanusiaan keji ini tidak terulang kembali.

"Selain itu, mari kita doakan bersama untuk saudara-saudara kita di Selandia Baru, agar tetap aman dan mendapatkan perlindungan. Semoga syahid menjadi gelar bagi saudara-saudara yang tewas kala melaksanakan ibadah di masjid," ucap Imam dalam keterangan tertulisnya kepada TIMES Indonesia, Jakarta, Jumat (15/3/2019).

Sebagai informasi, dalam peristiwa penembakan di Masjid Al Noor dan Linwood di Chriscurch, Selandia Baru terdapat dua korban Warga Negara Indonesia (WNI). (*)

Jurnalis : Rizki Amana
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Loading...
Registration