Selasa, 26 Maret 2019
Peristiwa - Nasional

PBB Yakin OTT KPK RI Terhadap Ketum PPP Tak Ada Hubungannya dengan Pilpres 2019

PBB Yakin OTT KPK RI Terhadap Ketum PPP Tak Ada Hubungannya dengan Pilpres 2019 Ketua DPP PBB, Andi Darwis. (FOTO: Dok. TIMES Indonesia)
Jum'at, 15 Maret 2019 - 20:10

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Partai Bulan Bintang (PBB) meyakini jika kasus dugaan OTT Ketum PPP, M Romahurmuziy tidak ada kaitannya dengan Pilpres 2019. Apalagi hingga saat ini, KPK RI belum memberikan keterangan resmi apakah Romi benar terjaring OTT atau tidak.

"Masyarakat harus membedakan antara kasus Romi sebagai pribadi dan pilpres yang sebentar lagi berlangsung di bulan April 2019, ini tidak ada kaitannya," ujar Ketua DPP PBB, Andi Darwis kepada TIMES Indonesia, Jumat (15/3/2019).

Yakin tidak ada hubungannya dengan Pilpres, Andi pun mengaku optimistis kasus ini tidak akan mempengaruhi elektabilitas paslon nomor urut 01, duet Jokowi-KH Ma'ruf Amin. Justru sebaliknya, ini membuktikan Jokowi tidak tebang pilih dalam upaya pemberantasan korupsi.

"Saya kira rakyat sangat mengapresiasi pemerintahan Jokowi secara positif," ungkapnya.

Lebih lanjut, Andi menilai kasus harus diletakkan pada prinsip praduga tak bersalah. Menurutnya, terlalu dini jika Romi dinyatakan terlibat dalam tindak pidana korupsi. "Bersalah atau tidak itu nantinya dibuktikan di pengadilan, apalagi sampai hari ini Romi belum ditetapkan resmi oleh KPK RIsebagai tersangka," tukasnya.

Kendati demikian, Andi berharap jika KPK RI dapat bekerja sesuai Pasal 27 ayat 1 UUD 1945, bahwa semua warga negara bersamaan kedudukannya dihadapan hukum. "Apakah ia rakyat jelata ataupun ia seorang politisi, jika ada bukti keterlibatan (korupsi) harus diproses secara hukum," tandasnya.

Seperti diketahui, KPK RI melakukan OTT di Jawa Timur pada Jumat (15/3/2019) pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Diduga sejumlah pejabat publik diamankan dalam operasi itu, salah satunya Ketum PPP, M Romahurmuziy. (*)

Jurnalis : Rahmi Yati Abrar
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Loading...
Registration