Minggu, 22 September 2019
Politik

Kegiatan Apel Kebangsaan Habiskan 18 Miliar, Gerindra: Terlalu Hambur-Hamburkan Anggaran APBD

Kegiatan Apel Kebangsaan Habiskan 18 Miliar, Gerindra: Terlalu Hambur-Hamburkan Anggaran APBD Abdul Wachid (FOTO: Yayan Isro' Roziki/ YouTube)
Jum'at, 15 Maret 2019 - 19:28

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah, Abdul Wachid menilai Kegiatan Apel Kebangsaan yang bakal digelar pada 17 Maret 2019 nanti sangat tidak tepat dan terkesan menghambur - hamburkan anggaran APBD. Pasalnya anggaran biaya itu menelan dana sebesar Rp 18 miliar.

"Kegiatan Apel Kebangsaan yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 Maret 2019 oleh Gubernur Jateng sangat tidak tepat dan terkesan menghambur hamburkan anggaran karena menelan biaya sangat besar Rp 18 M lebih," kata Abdul Wachid kepada Wartawan, Jumat (15/03/2019).

Terlebih, lanjut anggota komisi VI DPR RI ini, kegiatan itu dilaksanakan ketika kondisi ekonomi negara sedang terpuruk. "Seharusnya cukup 1,8 M tapi (mengapa) sampai 18 M lebih," katanya.

Menurut anggota Fraksi Partai Gerindra ini, banyak kejanggalan dalam proses pembahasan anggaran Apel Kebangsaan kali ini. 

"Menurut temen DPRD Provinsi, saat pembahasan anggaran 2019, DPRD tidak pernah diajak oleh Eksekutif membahas anggaran untuk Apel Kebangsaan. Juga pelaksanaan apel kebangsaan ini terkesan di dalam pelaksanaan lelangnya terkesan tergesa gesa. diprediksi penuh dengan nuansa korupsi," tambah Abdul Wachid.

Untuk itu, dia mendesak agar Komisi Pemberantasan Korupsi RI (KPK RI) segera turun tangan menyelidiki proses pembahasan anggaran Apel Kebangsaan tersebut. "Saya berharap KPK turun tangan!," katanya.

Sebagai informasi, dalam website http://lpse.jatengprov.go.id/eproc4/lelang/14413042/pengumuman lelang disebutkan nama tender "Pengadaan Kegiatan Apel Kebangsaan Jawa Tengah Tahun 2019 Rampak Senandung Kebangsaan" memiliki nilai pagu paket Rp 18.764.420.000,00. Anggaran berasal dari APBD 2019 dengan instansi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah dengan satuan kerja Badan Kesatuan Bangsa dan Politik. (*)

Jurnalis : Alfi Dimyati
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Registration