Senin, 23 September 2019
Politik

Debat Pilpres 2019, Sandi Bakal Paparkan Solusi Atasi Pengangguran dan Defisit BPJS

Debat Pilpres 2019, Sandi Bakal Paparkan Solusi Atasi Pengangguran dan Defisit BPJS Sandiaga S Uno (FOTO: Tofik For TIMES Indonesia)
Jum'at, 15 Maret 2019 - 18:16

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Calon wakil presiden Sandiaga Uno (Sandi) mengaku siap menghadapi debat Pilpres 2019 pada Minggu, 17 Maret 2019. Menurutnya, tak ada persiapan secara khusus untuk menghadapi debat tersebut.

"Tidak terlalu di-choacing. Saya ingin menyuarakan apa yang menjadi keluhan dan masyarakat yang saya tangkap di 1.500 titik kunjungan," kata Sandiaga di Kawasan Bulungan, Jakarta Selatan, Jumat (15/03/2019).

Sandiaga berencana akan melakukan simulasi debat hari ini. Dia ingin memantapkan materi debat yang berkaitan dengan data dan gestur.

"Perlu latihan materi, latihan gestur, dan latihan juga ya tentunya berkaitan dengan data. Pak Sudirman yang akan mengkoordinir. Timnya kecil saja. Tempatnya belum ditentukan," jelasnya.

Menurut Sandi, ada sejumlah materi yang akan ia perdalam dalam debat nanti. Di antaranya terkait persoalan pengangguran, pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga stunting. 

Dia menegaskan ingin membenahi sistem pelayanan BPJS.

"Prabowo-Sandi sudah punya solusi untuk pembenahan BPJS. Kita ingin bahwa kesejahteraan para petugas dan pelayanan kesehatan kita perhatikan. Banyak sekali kita temui mereka mengeluh tidak diberikan sisi keadilan bagi relawan kesehatan dan banyak membantu ke masyarakat mereka belum mendapatkan sentuhan kesejahteraan yang setara," kata Sandi.

"Jadi materinya (debat Pilpres 2019) bagian dari visi Indonesia Menang, itu yang besok akan saya rangkum. Mudah-mudahan debatnya edukatif dan bantu masyarakat jatuhkan pilihannya. Terutama emak-emak dan milenial, ternyata data internal kita undecided-nya meningkat ini harus kita bidik dengan diskusi yang sangat relevan pada mereka untuk menentukan pilihan," lanjut Sandi. (*)

Jurnalis : Alfi Dimyati
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Registration