Senin, 25 Maret 2019
Peristiwa - Internasional

Soal Penembakan di Selandia Baru, KH Ma'ruf Amin: Itu di Luar Batas Kemanusiaan

Soal Penembakan di Selandia Baru, KH Ma'ruf Amin: Itu di Luar Batas Kemanusiaan Cawapres nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin. (FOTO: Hasbullah/TIMES Indonesia)
Jum'at, 15 Maret 2019 - 17:42

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Cawapres nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin menyesalkan penembakan brutal di masjid Selandia baru. Menurutnya, tindakan itu di luar batas kemanusiaan.

"Kita betul-betul kaget, masih ada upaya merusak tatanan kemanusiaan. Orang lagi shalat kok ditembak. Saya mengutuk perbuatan itu," ujar KH Ma'ruf Amin di Rumah Situbondo, Menteng, Jakarta, Jumat (15/3/2019).

Sebanyak 49 orang tewas dalam aksi penembakan di Selandia Baru. Salah seorang pelaku menayangkan aksi brutalnya via layanan live streaming di internet. Video live streaming berdurasi 17 menit itu telah dihapus dari internet oleh otoritas terkait. 

Tayangan itu dimulai dengan pelaku mengemudikan mobilnya ke Masjid Al-Noor di Deans Ave, Christchurch. Pelaku kemudian terlihat memarkirkan mobilnya di dekat jalan masuk ke masjid. Mobil yang dikemudikan pelaku, sebut The New Zealand Herald, berisi sejumlah senjata api dan amunisi yang diletakkan di kursi penumpang bagian depan.

Atas kejadian itu, KH Ma'ruf Amin berharap, pemerintah Selandia Baru, terus melakukan deradikalisme seperti yang intens dilaksanakan pemerintah Indonesia untuk menjaga keamanan warga negaranya.

Mantan Rais Aam PBNU juga meminta pemerintah memastikan warga negara Indonesia yang ikut jadi korban. Dia mengatakan melindungi warga negara yang ada di luar negeri merupakan tanggung jawab pemerintah.

"Saya dengar di sana ada (masjid Selandia baru) WNI, supaya pemerintah mengusut dan bisa mencari tahu bagaimana nasib WNI itu tadi. Jadi kita akan perintahkan wajib melindungi warga negara kita siapapun dia di luar negeri. Itu harus kita tahu, saya kira itu," tandas KH Ma'ruf Amin. (*)

Jurnalis : Hasbullah
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Loading...
Registration