Minggu, 24 Maret 2019
Peristiwa - Nasional

Rommy di OTT, TKN Duet Jokowi-KH Ma'ruf Amin Bantah Kecurigaan Waketum Gerindra

Rommy di OTT, TKN Duet Jokowi-KH Ma'ruf Amin Bantah Kecurigaan Waketum Gerindra Juru Bicara TKN  duet Jokowi-KH Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily. (FOTO: Dok. TIMES Indonesia)
Jum'at, 15 Maret 2019 - 15:46

TIMESINDONESIA, JAKARTA – TKN duet Jokowi-KH Ma'ruf Amin membantah pernyataan Waketum Gerindra Arief Poyuono yang curiga Ketum PPP Romahurmuzy, terjaring OTT KPK, sedang mencari dana untuk pemenangan pasangan capres dan cawapres 01. 

"Kami pastikan tuduhan Arief Puyuono itu tidak benar sama sekali. Itu fitnah," ujar Juru Bicara TKN  duet Jokowi-KH Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily saat dimintai konfirmasi wartawan, Jumat (15/3/2019).

Sebelumnya, Waketum Gerindra Arief Poyuono menyalahkan Jokowi terkait dengan peristiwa ini. Dia lalu curiga Rommy sedang mencari dana untuk paslon 01 saat tertangkap KPK.

"Rommy bisa jadi ketangkap KPK sedang mencari dana untuk kampanye Joko Widodo- Maruf Amin ya, apalagi Rommy itu paling loyal pada Joko Widodo dan dipercaya banget sama Joko Widodo. Saya harap KPK lebih mengeksplor ya apa tujuan Rommi terima uang," kata Poyuono.


Ace mengatakan penangkapan ini justru menunjukkan siapa pun yang diduga melakukan tindak pidana korupsi akan ditindak. Sama sekali tidak ada intervensi dari Jokowi.

"Pak Jokowi tidak akan mengintervensi terhadap proses hukum yang terjadi pada siapa pun, termasuk ketum parpol pendukungnya," kata Ace.

Politikus Golkar itu prihatin terhadap kejadian yang menimpa Rommy. Meski begitu, tetap saja, dia menyerahkan persoalan ini kepada mekanisme hukum.

"Tentu kami sangat prihatin atas apa yang dialami Saudara Romahurmuzy. Kita serahkan pada mekanisme hukum dan kita hormati penegak hukum untuk bekerja tanpa intervensi," tandas Ace, Jubir TKN duet Jokowi-KH Ma'ruf Amin menanghapi kecurigaan Waktum Gerindra, Poyuono yang curiga Rommy di OTT KPK sedangan cari dana pemenangan paslon 01. (*)

Jurnalis : Hasbullah
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Loading...
Registration