Senin, 23 September 2019
Peristiwa - Daerah

Forum Komunikasi Angkatan '66 Kritisi Kondisi Bangsa, Ini Tanggapan Max Sopacua

Forum Komunikasi Angkatan '66 Kritisi Kondisi Bangsa, Ini Tanggapan Max Sopacua Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat yang juga aktivis Angkatan '66 Max Sopacua (FOTO: Istimewa)
Jum'at, 15 Maret 2019 - 10:19

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Max Sopacua menyambut gembira sikap kritis yang disampaikan Forum Angkatan '66 (FKA '66) menyikapi kondisi bangsa terutama menjelang Pemilu 2019. Eksponen Angkatan '66 yang dulu menumbangkan Orde Lama muncul dan kembali bersuara karena melihat ada yang tidak beres dengan negara saat ini.

"Saya gembira munculnya kawan-kawan FKA '66 yang ikut mengkritisi situasi bangsa dan negara menjelang Pemilu," kata Max Sopacua dalam pernyataan kepada TIMES Indonesia di Jakarta, Jumat (15/3/2019).

Seperti diberitakan sebelumnya sejumlah eksponen Angkatan '66 yang tergabung dalam Forum Komunikasi Angkatan '66 menggelar jumpa pers di Pulau Dua Senayan.

Ketua FKA '66 Deddy Abdul Qadir Baadilla dan Sekretaris FKA '66 Muslim Lubis menyatakan sikap didampingi sejumlah Angkatan '66 lain di antaranya Umri Nasution, Suharsyah M. Idji, Uke Soekotjo, Abdul Muin, Rasyid Emilie dan Lucie Basuki.

Max Sopacua yang juga aktivis Angkatan '66, melihat munculnya FKA '66 sebagai sebuah kebangkitan politik pejuang Angkatan '66 yang sangat terkenal dengan Tritura.

"Saya melihatnya sebagai sebuah kebangkitan pejuang Angkatan '66 yang pernah menumbangkan dominasi Orde Lama dan mencetuskan Tritura (Tiga Tuntutan Rakyat)," kata Max Sopacua.

"Kemunculan FKA '66 di tengah demamnya era melinial membuat predikat stake holder bangsa ini tidak hilang karena ditelan masa," tambah Max Sopacua.

Menurut Max Sopacua masih banyak tokoh-tokoh '66 yang masih eksis seperti  Fahmi Idris yang juga Ketua Dewan Kehotmatan Laskar Ampera Arif Rahman Hakim '66, Akbar Tandjung, Cosmas Bara, Theo Sambuaga, Sofjan Wanandi dan banyak lagi.

"Sampai kini mereka berkarier di bidang masing-masing dan predikat pejuang '66 tetap melakat di dalam sanubarinya," kata Max Sopacua.

Jurnalis : Yayat R Cipasang
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Registration