Senin, 25 Maret 2019
Pendidikan

Cegah Kekerasan di Lingkungan Sekolah dengan Tes Psikologi

Cegah Kekerasan di Lingkungan Sekolah dengan Tes Psikologi Upaya antisipatif seluruh komponen pendidikan untuk cegah tindak kekerasan di lingkungan sekolah. (Foto: Ivan Iskandaria/TIMES Indonesia)
Jum'at, 15 Maret 2019 - 08:00

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Pengamat sosial Mintarsih A. Latif prihatin atas peristiwa tindak kekerasan di lingkungan sekolah yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Pada prinsipnya, kekerasan di dunia pendidikan siapapun pelakunya tidak dibenarkan.

Menurut Mintarsih, tindak kekerasan dilingkungan sekolah yang viral di media sosial seperti guru dihina muridnya, guru dipukuli orangtua muridnya dan guru memukul muridnya seharusnya tidak perlu terjadi.

Sekolah harus menjadi tempat untuk mendidik anak-anak supaya menjadi manusia yang berguna, dan guru adalah seorang tenaga pendidik profesional yang mendidik, mengajarkan suatu ilmu, membimbing, melatih, memberikan penilaian, serta melakukan evaluasi kepada peserta didik.

"Sekolah memiliki peran yang sangat penting untuk mencetak generasi bangsa berkualitas bagi kehidupan bangsa dan negara," kata Mintarsih di Jakarta, Jumat (15/3/2019).

Berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat ada 24 kasus kekerasan oleh anak di sekolah. Kasus tersebut dicatat sejak awal Januari hingga 13 Februari 2019.

Mintarsih menekankan ke depannya semua pihak harus berkomitmen memutus mata rantai kultur kekerasan di sekolah. Untuk itu harus ada upaya antisipatif dari seluruh komponen pendidikan, terutama sekolah.

"Sekolah sebaiknya lebih selektif dalam menerima calon siswa. Lakukan seleksi sesuai prosedur dan satu hal lagi, tes psikologi wajib bagi calon siswa untuk mengidentifikasi kepribadian mereka," tutur Mintarsih A. Latif. (*)

Jurnalis : Ivan Iskandaria (MG-69)
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Loading...
Registration