Jum'at, 22 Maret 2019
Peristiwa - Daerah

Relawan Demokrasi KPU Purbalingga Sosialisasi Pemilu 2019 di Panti Rehab Narkoba

Relawan Demokrasi KPU Purbalingga Sosialisasi Pemilu 2019 di Panti Rehab Narkoba Riyan Rahman, salah satu anggota Relawan Demokrasi KPU Kabupaten Purblingga sedang mensosialisasikan Pemilu 2019 di Panti Rehabilitasi Narkoba Nirul Ikhsan (FOTO: Sinnangga Angga/TOMES Indonesia)
Kamis, 14 Maret 2019 - 23:34

TIMESINDONESIA, PURBALINGGA – Relawan Demokrasi KPU Purbalingga melakukan sosialisasi Pemilu 2019 di Panti Rehabilitasi Narkoba Nurul Ihsan, Desa Karangsari, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalinga, Jawa Tengah, Kamis (14/3/2019).

Pengasuh Panti Rehabilitasi Narkoba Nurul Ikhsan, Muhammad Ikhsan, mengatakan semua pasien rehabilitasi narkoba yang diasuhnya   sudah sehat, baik fisik maupun mental.

"Mereka secara fisik dan psikoligis sudah sehat, jadi mereka punya hak pilih sebagaimana orang sehat lainnya,"  katanya kepada TIMES Indonesia.

Menurut pengakuannya, baru kali ini anak asuhnya mendapat perhatian dan sosialisasi Pemilu dari KPU.

"Ini baru pertama kali ada relawan yang mau dan peduli terhadap hak mereka, yang sesungguhnya memang memiliki hak suara dalam pemilu," akunya. 

Untuk itu, Ikhsan, berharap kepada KPU Kabupaten Purbalingga untuk memberikan kemudahan pada proses pendataan anak asuhnya, agar mereka tidak kesulian untuk memperoleh hak suaranya.

Sementara itu, menurut Puput Trihapsari, salah satu pendamping pasien Panti Rehabilitasi Narkoba Nurul Ihsan, bahwa jumlah pasien saat ini mencapai 40 orang.

"Mereka semua sudah bisa menggunakan hak pilihnya. Hanya dua pasien yang belum punya hak pilih, karena keduanya masih di bawah umur," katanya.

Mereka, lanjutnya, kebanyakan berasal dari luar kota dan luar Jawa. Seperti Lampung, Palembang, Jambi, Medan dan dari beberapa kota di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat.

Menanggapi hal ini, salah satu Komisioner KPU Kabupaten Purbalingga, Andri Supriyanto, mengatakan bagi mereka yang berasal dari luar kota maupun luar Jawa nanti akan diproses dengan cara menarik data masing-masing dari daerah asal mereka. 

"Nanti kita gunakan form A5 untuk mengurus hak pilih mereka. Sebelumnya kita cek dulu E-KTP masing-masing untuk mencocokan data mereka," katanya.

Jika data mereka sudah berhasil ditarik ke daerah pemilihan di Kabupaten Purbalingga, sambungnya, semua akan dibreackdown ke tempat-tempat pemungutan suara yang memadai.

"Karena jumlah maksimal DPT di satu TPS tidak boleh lebih dari 300, sedang posisi mereka termasuk DPT tambahan. Jadi nanti akan dicarikan dulu TPS yang DPT-nya kurang dari 300 sebagai tempat pemilihan mereka," jelasnya.

Dengan adanya  sosialisasi Pemilu 2019 dari Relawan Demokrasi KPU Purbalingga di Panti Rehabiltasi Narkoba, para pasien dapat memahami cara memilih yang benar dan nantinya bisa menggunakan hak pilihnya sebagaimana mestinya. (*)

Jurnalis : Sinnangga Angga
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : Purbalingga TIMES

Komentar

Loading...
Registration