Senin, 25 Maret 2019
Peristiwa - Daerah

Kabid Humas Polda DIY: Ademnya Yogyakarta Tanggungjawab Semua Warganya

Kabid Humas Polda DIY: Ademnya Yogyakarta Tanggungjawab Semua Warganya Kabid Humas Polda DIY AKBP Yuliyanto. (FOTO: Dwijo Suyono/TIMES Indonesia)
Kamis, 14 Maret 2019 - 22:44

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Kepala Bidang Humas Polda DIY AKBP Yuliyanto mengatakan situasi menjelang perhelatan akbar pesta demokrasi di Indonesia tinggal menghitung hari. Semua pihak di Yogyakarta diminta untuk menjaga kondusifitas keamanaan dan ketertiban. 

"Karena itu, semua pihak harus mampu menjaga kondisi Yogyakarta untuk selalu adem ayem," kata Kepala Bidang Humas Polda DIY AKBP Yuliyanto kepada Times Indonesia di kantornya Kamis (14/3/2019).

Yuliyanto menerangkan, pesta demokrasi ini tentu akan menghasilkan pihak yang kalah dan menang. Karena itu, ia mengajak seluruh pendukung dan simpatisan serta masyarakat harus ikut menjaga situasi Yogyakarta seperti dalam ungkapan Menang ora Umuk kalah ora ngamuk.

"Polri adalah pihak yang paling bertanggung jawab terhadap situasi Kamtibmas," tandas Yuliyanto.

Yuliyanto menegaskan, pihaknya beserta jajaran  tidak segan untuk menindak tegas segala bentuk upaya yang akan menimbulkan kekacauan dalam masyarakat terutama yang berkaitan dengan pesta demokrasi yang akan datang.

"Polri sudah memiliki Protap dan legitimasi dalam menanggulangi berbagaia tindakan yang dapat mengakibatkan keresahan dan iklim tidak kondusif dalam masyarakat, karena hal tersebut menjadi tanggung jawab utama institusi Polri, dan tidakan tegas akan dapat dilakukan kepada siapa saja dan tidak pandang bulu," papar Yuliyanto.

Karena itu, pihaknya mengajak semua elemen masyarakat untuk menjaga situasi yang kondusif dalam rangka pemilu yang akan datang ini.

Senada, pegiat pemberdayaan masyarakat sekaligus pengusaha Taufik Ridwan mengemukakan, semua elemen masyarakat bergandengan tangan bersama untuk membangun dan menciptakan kegiatan yang dapat merangkul semua pihak, baik sebelum pencoblosan maupun setelah pencoblosan.

"Dengan mengadakan kegiatan bersama maka rasa persatuan dan kesatuan sebagai warga Yogyakarta akan terjaga, dan lagi momen pencoblosan dalam bilik suara merupakan hak pribadi sehingga usai pencoblosan tetap menjalin silaturahmi yang baik sesama warga," paparnya.

Taufik menjelaskan, pihaknya bersama dengan Polda DIY sedang menggagas tentang kegiatan yang nantinya akan membuat semua warga bersatu apapun pilihannya. "Karena Yogyakarta terkenal dengan wilayah dengan tingkat toleransi yang tinggi dan ademnya Yogyakarta yang merupakan sebuah keistimewaan merupakan tanggung jawab semua pihak," tutup Taufik. (*)

Jurnalis : Dwijo Suyono (CR-139)
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Yogyakarta

Komentar

Loading...
Registration