Ekonomi

Peternak Puyuh Ini Tolak Gaji 400 Juta per Bulan dari Perusahaan Malaysia

Peternak Puyuh Ini Tolak Gaji 400 Juta per Bulan dari Perusahaan Malaysia Ketua Pusat Pelatihan Perdesaan Swadaya (P4S) Sub 1 Cikembar, Slamet Wuryadi (FOTO: Alfi Dimyati/TIMES Indonesia)
Kamis, 14 Maret 2019 - 07:45

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Meski sudah diiming-imingi gaji hingga Rp 400 juta perbulan oleh salah satu perusahaan asal Malaysia, namun peternak ayam puyuh di Jalan Pelabuhan, Cikembar, Sukabumi, Jawa Barat, Slamet Wuryadi tetap lebih memilih untuk menjadi pengusaha ternak di Indonesia.

Menurutnya, dengan menjadi pengusaha ternak di Indonesia, maka dia bisa memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar dan juga bisa menularkan ilmu yang dimilikinya.

"Saya pernah hampir dibajak oleh perusahaan Malaysia, ditawari bekerja di sana, untuk memberikan ilmu ayam puyuh. Waktu datang (ke Malaysia) kita diberangkatkan dengan pesawat mewah yang isinya 12 penumpang," kata dia di kandang peternakan ayam puyuhnya, Jalan Pelabuhan, Cikembar, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (14/03/2019).

"(Saya) Ditawari gaji hingga Rp 350 juta, tapi saya tolak. Kemudian ditawari lagi, Ditambah Rp 50 juta lagi, saya tetap menolak. Karena darah saya merah, dan tulang saya putih untuk NKRI," imbuh Slamet.

Menurut Ketua Pusat Pelatihan Perdesaan Swadaya (P4S) Sub 1 Cikembar ini, tujuan hidup bukan hanya untuk mengumpulkan pundi uang saja, namun, tujuan hidup adalah bagaimana bisa memberikan manfaat kepada masyarakat lingkungan sekitar dan bangsa.

Untuk itu, dia rela membagikan Ilmu cara beternak ayam puyuh secara gratis kepada masyarakat.

"Silakan datang kemari, siapapun yang ingin belajar jadi peternak ayam puyuh, insyaAlloh saya akan berikan ilmunya sampai dia bisa, Gratis, cukup bawa ongkos datang dan ongkos pulang, (untuk biaya) makan kami tanggung," kata Slamet Wuryadi. (*)

Jurnalis : Alfi Dimyati
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rizal Dani

Komentar

Loading...
Registration