Kopi TIMES

Bershalawat: Ketaqwaan Paling Agung

Bershalawat: Ketaqwaan Paling Agung Zulfan Syahansyah.
Kamis, 14 Maret 2019 - 05:53

TIMESINDONESIA, MALANG – ALLAH SWT berfirman:
{يا ايها النبي اتق الله}
"Wahai Nabi (Muhammad), bertaqwalah kepada Allah" (QS. Al-Ahzab: 1)

Ayat ini merupakan satu contoh khitab (komunikasi) sangat khusus antara Allah dan Nabi SAW; satu khitab yang bahkan para waliyullah pun tidak akan mampu memahaminya. 

Tidak menginterpretasi ayat-ayat seperti ini adalah bentuk etika beradab, sekaligus menyelamatkan diri dari sesatanya pemahaman. 
Hanya Allah dan Rasul-Nya saja yang tahu makna khitab khusus seperti ayat tersebut. 

Pada hakekatnya, setiap hal ada ketaqwaannya sendiri. Mengetahui ilmu tentang taqwa merupakan wujud ketaqwaan. Memahami luasnya rahmat Allah, juga satu ketaqwaan. Ketaqwaan yang paling agung adalah bersolawat pada Rasulullah SAW. 

Hal itu karena beliau lah yang pertama kali mendapat perintah khusus untuk bertaqwa, sebagaimana ayat di atas.

Rasulullah telah mencapai semua maqom kemuliaan, baik secara ilmu, amaliah, intuisi, serta musyahadah. Beliau lantas menjelaskan hakekat makna taqwa dengan bersabda:
{التقوى هاهنا}
"Ketaqwaan itu berada di sini", seraya mengisyaratkan tangan ke dada beliau SAW. Kita meyakini bahwa hati Rasulullah telah mencapai seluruh cahaya sekaligus rahasianya.

Imam Abu Ya'la, Baihaqi, Bazzar dan Imam Ahmad meriwayatkan, bahwa barang siapa yang bersolawat sekali saja kepada Nabi, maka orang tersebut mendapat keberuntungan dalam kesempurnaan sebagai pengikut Rasulullah SAW. 

Hal itu karena sejatinya bersolawat pada Nabi dapat menghasilkan cahaya semua dzikir; bisa menggapai puncak kemuliaan derajat, serta menjadi awal setiap tajalli ilahi. Itulah hakekat makna taqwa dalam firman-Nya:
{يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله حق تقاته}
"Wahai orang-orang yg beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa" (QS. Ali Imron: 102)

Adapun makna taqwa selain dengan solawat kepada Nabi SAW, maka itu masuk katagori ketaqwaan dalam firman-Nya:
{فاتقوا الله ما استطعتم}
"Maka bertaqwalah semampu kalian" (QS. At-Tagabun: 16). (*)

 

* Penulis adalah Zulfan Syahansyah Dosen Aswaja Pascasarjana UNIRA Malang

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

Jurnalis :
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Rizal Dani

Komentar

Loading...
Registration