Peristiwa - Daerah

PT BSI Terus Tingkatkan Kinerja Produksi

PT BSI Terus Tingkatkan Kinerja Produksi PT Bumi Suksesindo
Jum'at, 22 Februari 2019 - 20:00

TIMESINDONESIA, MALANG – Memasuki tahun 2019, PT Bumi Suksesindo (BSI) selaku pemegang konsesi penambangan mineral di Pesanggaran, Banyuwangi, di Operasi Tujuh Bukit, terus meningkatkan kapasitas produksi. PT BSI menitikberatkan pada peningkatan penumpukan bijih dan maksimalisasi area produksi untuk meningkatkan laju pelindian.

“Kami fokus pada penambahan sarana-sarana produksi untuk memastikan target-target kami dapat tercapai di akhir periode tambang oksida,” jelas Presiden Direktur PT BSI, Adi Adriansyah Sjoekri.

Pekerjaan-pekerjaan ekspansi antaranya adalah pembuatan sirkuit pabrik persiapan bijih atau ore preparation plant (OPP) kedua yang merupakan duplikasi sirkuit saat ini; perluasan seluruh tempat pelindian tumpukan atau heap leach pad (HLP) dari berkapasitas 36 juta ton menjadi 56 juta ton; serta hambatan-hambantan (debottlenecking) pabrik absorpsi, desorpsi, dan perolehan atau Adsorption, Desorption and Recovery (ADR).

Pada proses pelindian (leaching), penambangan dan penumpukan bijih selama kuartal Desember 2018 sudah sesuai dengan rencana umur tambang atau life-of-mine (LOM) yang menunjukkan laju produksi bijih tahun 2018 pada kapasitas 4 juta ton kering per tahun hingga kapasitas bijih maksimum 8 juta ton kering per tahun ketika Proyek Ekspansi Oksida selesai dikerjakan.

Penambangan bijih pada kuartal akhir Desember 2018 adalah 1.525 ribu ton dengan material pengotor tertambang sebanyak 2.515 ribu ton. 

Total tonase tertambang adalah 4% di bawah kuartal sebelumnya tetapi ini masih sesuai dengan rencana operasional penambangan. Operasi penambangan mencapai pemindahan material sebanyak 4.110 ribu ton, termasuk penanganan kembali timbunan bijih selama kuartal ini. 

Produksi logam berharga selama triwulan ini 44.167 ounce emas dan 40.992 ounce perak.

Tidak hanya bidang operasi produksi saja yang akan terus ditingkatkan. Bidang-bidang lain seperti keselamatan kerja, penanganan lingkungan dan sosial juga meningkat seiring peningkatan kapasitas produksi di atas.

Di bidang kesehatan dan keselamatan kerja (K3), pada akhir kuartal ini, operasi Tujuh Bukit mencapai rekor 12,1 juta jam tanpa kehilangan jam kerja akibat cedera (LTI [lost time injury]), sedangkan total angka frekuensi cedera yang tercatat selama tahun berjalan per satu juta jam bekerja adalah 0,81 pada akhir Desember.

“Kami mengutamakan  keselamatan karyawan sebagai aset perusahaan,” jelas Adi.

Angka di atas diperoleh dari tenaga kerja di tambang, termasuk semua karyawan dan kontraktor, yang saat ini berjumlah 2.467 orang, terdiri dari lebih dari 99% warga negara Indonesia dan kurang dari 1% tenaga kerja asing.

Dari seluruh tenaga kerja tersebut, lebih dari 60% berasal dari lokal Kabupaten Banyuwangi, termasuk sekitar 38% berasal dari Kecamatan Pesanggaran.

Sementara itu di bidang sosial dan pengendalian lingkungan, selama kuartal ini Manajemen terus melaksanakan program-program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) yang mencakup kesehatan, pendidikan, mata pencaharian, dan pembangunan infrastuktur. 

Proyek-proyek utama ini dilaksanakan oleh tim Community Affairs, termasuk renovasi di sejumlah taman kanak-kanak dan sekolah dasar setempat. 

Selain itu, sebuah proyek perbaikan dan pengaspalan ulang 3,5 km jalan di dekat lokasi tambang sudah diselesaikan. 

Departemen Lingkungan telah mengambil sebanyak 2.094 sampel lingkungan selama kuartal ini untuk memenuhi persyaratan pengambilan sampel yang diatur oleh peraturan perundangan serta untuk keperluan pemantauan internal atas inisiatif perusahaan. 

Sebagai bagian program rehabilitasi perusahaan, selama kuartal ini penanaman tanaman penutup di area seluas 15,1 hektar serta penanaman pohon di area seluas 0,1 hektar sudah selesai dilakukan.

“Kami selalu berupaya menjalankan kegiatan penambangan ini dengan baik sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku serta prinsip-prinsip good mining practices,” kata Direktur PT BSI, Adi Adriansyah Sjoekri. (*)

Jurnalis :
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : Press Rilis

Komentar

Loading...
Registration