Selasa, 19 November 2019
Peristiwa - Daerah

FSPPB Suarakan Save Pertamina sebagai Power House Kedaulatan Energi Indonesia

FSPPB Suarakan Save Pertamina sebagai Power House Kedaulatan Energi Indonesia Ribuan pekerja Pertamina menggelar aksi demo di Istana Negara, Selasa (19/2/2019). (FOTO: Kia/TIMES Indonesia)
Selasa, 19 Februari 2019 - 14:05

"Masyarakat dapat melihat ketika tren penurunan harga avtur Pertamina telah berlangsung bahkan sejak peak season November 2018 hingga Januari 2019, meski secara terbalik harga tiket pesawat justru meningkat. Harga terus bergerak dinamis mengikuti harga Mid Oil Platts Singapore serta ditambah data infografis di media massa bahwa harga jual avtur Indonesia terbilang paling murah keempat di kawasan ASEAN," jelas Hendra.

Untuk itu FSPPB mendesak Presiden RI melaksanakan amanat konstitusi Pasal 33 UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Amanat itu berbunyi; ”Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.” 

Selain itu juga mengutamakan keberlangsungan daya hidup dan kesehatan bisnis Pertamina selaku badan usaha 100% milik negara yang menyokong pilar energi dan perekonomian di Indonesia sesuai nawacita dan janji kampanye. Yakni membesarkan Pertamina selayaknya pemerintah negeri tetangga membesarkan perusahaan migasnya.

Demo-Pertamina-3.jpg

"FSPBB mensinyalir adanya pihak-pihak tertentu yang berencana memanfaatkan situasi kisruh harga avtur untuk mengkerdilkan peran Pertamina dalam melayani distribusi energi di seluruh bandara seantero negeri," kaya Hendra.

Karenanya FSPPB hadir di depan Istana negara untuk meminta kepada Presiden RI agar dapat beraudiensi secara tatap muka di Istana Negara. "Kami harap presiden memperoleh masukan yang berimbang dari sumber primer yang berada di garda depan pelayanan ketersediaan dan ketahanan energi di seluruh wilayah NKRI," tandas Hendra.

"Mari bersama kita mewujudkan NKRI yang kuat, bersatu dalam satu naungan kedaulatan energi Indonesia,” tambah Hendra dari FSPPB ini. (*)

Jurnalis : Kiagus Firdaus
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Registration