Jum'at, 15 November 2019
Peristiwa - Daerah

FSPPB Suarakan Save Pertamina sebagai Power House Kedaulatan Energi Indonesia

FSPPB Suarakan Save Pertamina sebagai Power House Kedaulatan Energi Indonesia Ribuan pekerja Pertamina menggelar aksi demo di Istana Negara, Selasa (19/2/2019). (FOTO: Kia/TIMES Indonesia)
Selasa, 19 Februari 2019 - 14:05

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Ribuan pekerja Pertamina menggelar aksi demo di Istana Negara, Selasa (19/2/2019). Aksi itu dilakukan menyikapi perkembangan dan situasi Pertamina akhir-akhir ini. Khususnya terkait pernyataan Presiden RI Jokowi pada perayaan HUT Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, Senin 11 Februari 2019 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.

Aksi ini dilakukan FSPPB (Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu). Mereka menyoal anggapan bahwa Pertamina yang seolah menjadi penyebab kenaikan harga tiket pesawat udara dan penurunan okupansi hotel (hotel occupancy) yang ada bawah naungan PHRI.

Demo-Pertamina-2.jpg

Dalam aksinya FSPPB yang membawahi 19 Serikat Pekerja di lingkungan Pertamina itu menyampaikan bahwa pernyataan Presiden RI tersebut terkesan menyudutkan Pertamina dengan mengomentari monopoli Pertamina seolah menjadi penyebab harga jual avtur tidak kompetitif.

Statemen itu menurut FSPPB menimbulkan bias pemberitaan kepada publik terhadap rangkaian penyebab sebenarnya yang melatarbelakangi kenaikan harga tiket pesawat domestik baru-baru ini.

"Terkait harga avtur, perlu dirunut Berita Pers Penjelasan dan Klarifikasi INACA Perihal Harga Tiket Pesawat tanggal 1 Februari 2019 yang diterbitkan oleh Indonesia National Air Carriers Association (INACA) yang menyatakan; Kami memastikan bahwa harga avtur tidak secara langsung mengakibatkan harga tiket pesawat menjadi lebih mahal. Beban biaya operasional penerbangan lainnya seperti leasing pesawat, maintenance dan lain-lain memang menjadi lebih tinggi di tengah meningkatnya nilai tukar dollar Amerika Serikat,” papar Hendra Nasution, bidang data dan komunikasi FSPPB.

Demo-Pertamina-4.jpg

FSPPB, kata Hendra, melalui Kuasa Hukum Sihaloho & Co Law Firm telah melayangkan surat kepada Komisi Pengawas Persaingan Usaha pada tanggal 24 Januari 2019. Juga Menteri Perhubungan Republik Indonesia tanggal 24 Januari 2019. Surat itu dibuat untuk menyampaikan fakta terkait harga avtur Pertamina yang masih bersifat kompetitif dan berada pada batas wajar.

Jurnalis : Kiagus Firdaus
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Registration