Minggu, 17 Februari 2019
Peristiwa - Daerah

Sempat Berdamai, Kasus Saddil Ramdani dan Anugrah Sekar Kembali Bergulir

Sempat Berdamai, Kasus Saddil Ramdani dan Anugrah Sekar Kembali Bergulir Didampingi tim pengacara, Anugrah Sekar bersama ibunya mendatangi Polres Lamongan untuk menanyakan kelanjutan proses hukum Saddil Ramdani, Kamis (14/2/2019). (FOTO: MFA Rohmatillah/TIMES Indonesia)
Kamis, 14 Februari 2019 - 14:38

TIMESINDONESIA, LAMONGAN – Setelah sempat menempuh jalan damai, kini kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan pesepakbola Saddil Ramdani terhadap teman wanitanya, Anugrah Sekar kembali bergulir.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Mawar Susmari, yang merupakan ibu dari Anugrah Sekar, korban penganiayaan yang dilakukan oleh Saddil.

Mawar memutuskan untuk kembali melanjutkan kasus tersebut, karena Ia menganggap Saddil tidak menunjukkan itikad baik setelah berdamai.

"Kan nggak ada itikad baik, ya ndak ada hubungan sudah, jadi kita lanjut," kata Mawar, ketika berada di Mapolres Lamongan, didampingi pengacaranya, untuk menanyakan kelanjutan proses hukum, Kamis (14/2/2019).

Hal senada juga dikatakan oleh Sekar. Menurut pengakuannya, Ia dan Saddil sama sekali tidak pernah berkomunikasi.

"Menanyakan kabar pun tidak, nomor pun sudah diblokir," ucap Sekar.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP Wahyu Norman Hidayat ditemui wartawan mengatakan, berkas kasus tersebut sudah dinyatakan P21.

"Sudah kita panggil dua kali, tapi Saddil belum datang," kata Norman.

Menurut Norman, masih ada kesempatan untuk memanggil sekali lagi. Dan jika tetap tidak datang, maka polisi punya hak untuk upaya penjemputan.

Untuk diketahui, ketika masih memperkuat Persela Lamongan, Saddil Ramdani pernah tersandung masalah dugaan penganiayaan terhadap Sekar, teman wanitanya, Rabu (31/10/2018) silam.

Perkaranya bahkan sampai diseret ke proses hukum sebelum kedua belah pihak sepakat menempuh upaya damai. Namun kini Anugrah Sekar dan ibunya kembali menanyakan kelanjutan proses hukum Saddil Ramdani. (*)

Jurnalis : MFA Rohmatillah
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Lamongan

Komentar

Loading...
Registration