Kamis, 19 September 2019
Peristiwa - Daerah

IGI Mendesak Pemerintah RI Segera Mengganti Sistem Pendidikan Indonesia

IGI Mendesak Pemerintah RI Segera Mengganti Sistem Pendidikan Indonesia Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI), Muhammad Ramli Rahim (FOTO: Arsip Pribadi Ramli)
Selasa, 12 Februari 2019 - 23:26

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI), Muhammad Ramli Rahim, mendesak pemerintah RI segera mengganti sistem pendidikan yang diterapkan saat ini dengan sistem pendidikan karakter. 

Menurut Ramli, selama ini sistem pendidikan yang diterapkan oleh pemerintah adalah sistem Ilmu pengetahuan, ujung-ujungnya hanya berakhir dengan ujian. Sistem itu tidak layak diterapkan di Indonesia. Lantaran muatannya sedikit menerangkan nilai-nilai keagamaan dan kebudayaan.

"Kembalikan Paud dan SD ke pendidikan karakter, sehingga berkelanjutan di jenjang SMA/SMK bisa diterapkan ke dalam sosial nya. Kurangi porsi pengetahuan dan hilangkan sistem ujian tertulis," ujar Ramli kepada wartawan TIMES Indonesia, Jakarta, Selasa (12/2/2019).

Hal itu disampaikan oleh Ramli, setelah mengetahui sebuah video viral tindakan memalukan yang dilakukan siswa SMP PGRI di Wringin Anom di Gresik. Dalam video tersebut tampak seorang siswa menantang gurunya berkelahi, karena tidak terima dirinya ditegur merokok di lingkungan sekolah oleh sang guru. 

Ramli menegaskan, kejadian itu adalah imbas dari sistem pendidikan yang saat ini tidak cocok diterapkan untuk peserta didik yang hanya berorientasi pada hasil ujian saja. Tanpa mengedepankan nilai-nilai agama dan budaya, seperti sistem pendidikan karakter yang dia tawarkan pada pemerintah. 

"Kenyataannya, pendidikan kita sekarang banyak diulang-ulang dipelajari. Yang dipelajari di waktu SD masih dipelajari lagi di SMP berulang-ulang, Bahkan di SMA juga diulang dan di perguruan tinggi masih terulang, pada akhirnya hanya berorientasi pada ujian," kata Ramli.

Selanjutnya, Ketua Umum IGI ini berharap pihak pemerintah segera menindaklanjuti usulannya itu demi kualitas sistem pendidikan di Indonesia yang lebih baik lagi.

Jurnalis : Edy Junaedi Ds (MG-57)
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Registration