Kamis, 19 September 2019
Peristiwa - Daerah

Jembatan Ambrol Belum Diperbaiki, Warga Pagak Swadaya Bangun Jembatan Bambu

Jembatan Ambrol Belum Diperbaiki, Warga Pagak Swadaya Bangun Jembatan Bambu Camat Pagak Hari Krispiyanto saat mencoba jembatan darurat dari bambu hasil swadaya masyarakat beserta desa. (Foto : Binar Gumilang / TIMES Indonesia)
Selasa, 12 Februari 2019 - 18:22

TIMESINDONESIA, MALANG – Warga Desa Sumbermanjing Kulon, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang secara swadaya membangun jembatan bambu sebagai jembatan darurat sementara. Hal ini mereka lakukan, karena hampir satu bulan ini belum ada penanganan oleh Pemkab Malang untuk memperbaiki jembatan ambrol di tempat tersebut.

Sejak runtuh pada Rabu 23 Januari lalu, hingga Selasa (12/2/2018) kondisi jembatan yang runtuh sama sekali tidak berubah.

“Jembatan bambu ini digarap secara swasembada oleh Pemerintah Desa Sumbermanjing Kulon dan warga sekitar sejak Senin kemarin,” kata Camat Pagak Hari Krispriyanto, kepada TIMES Indonesia.

Lebih lanjut dia menjelaskan, jembatan itu memiliki lebar 1,5 meter dan panjang 20 meter, dan terbuat dari material bambu tersebut hanya memungkinkan untuk dilintasi pejalan kaki atau kendaraan roda dua secara bergantian.

Jika tidak ada jembatan darurat ini maka,\ warga harus memutar sejauh kurang lebih 2 kilometer untuk menjangkau desa seberang.

“Sementara jalur ini banyak digunakan untuk anak-anak sekolah, makanya warga dan pemdes setempat berinisiatif untuk membangun jembatan darurat,” terang pria ramah ini.

Menurutnya, meski jembatan yang ambrol di tempat ini berstatus jembatan lokal  milik desa, tapi punya fungsi yang cukup vital bagi kegiatan warga.

Selain digunakan untuk akses anak-anak sekolah, tak jarang jembatan ini juga dilewati oleh para petani tebu usai panen.

Apalagi jembatan itu kata dia, merupakan penghubung dua kecamatan yakni Kecamatan Pagak  dan Kecamatan Donomulyo.

“Untuk pembangunan sampai sekarang kami belum ada komunikasi dengan Bina Marga karena memang menjadi kewenangan mereka, tapi kami berharap bisa segera ditindaklanjuti,” terang Camat Pagak ketika menanggapi pembangunan jembatan darurat bambu yang dilakukan swadaya oleh desa beserta masyarakat. (*)

Jurnalis : Binar Gumilang
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Malang

Komentar

Registration