Kamis, 19 September 2019
Pendidikan

Mahasiswa UGM Kembangkan Aplikasi Apoteker Meet Pharmy

Mahasiswa UGM Kembangkan Aplikasi Apoteker Meet Pharmy Lima Inovator Aplikasi Apoteker Meet Pharmy saat mengikuti Thailand Inventors’ Day 2019 pada 2-6 Februari 2019 di Bangkok. (FOTO: Humas UGM/TIMES Indonesia) 
Selasa, 12 Februari 2019 - 18:27

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Mengenalkan profesi apoteker penting dilakukan kepada anak usia dini. Tujuannya agar mereka memiliki kepekaan dan wawasan yang luas tentang apoteker. Agar pengenalan profesi apoteker mudah dipahami anak-anak, lima mahasiswa UGM membuat aplikasi yang dinamai Apoteker Meet Pharmy. Dengan aplikasi ini, anak-anak mudah dan cepat paham.

“Aplikasi ini cocok untu anak usia 2-14 tahun,” kata Luh Rai Maduretno Asvinigita, sang inivator aplikasi Meet Pharmy kepada wartawan di UGM, Selasa (12/2/2019).

Apoteker-Meet-Pharmy-2.jpgAplikasi Apoteker Meet Pharmy

Aplikasi dikembangkan bersama empat rekannya yaitu Lutfiana Pasebhan Jati (SV Penginderaan Jauh dan SIG), Laksa Ersa Anugratama (Fakultas Peternakan), Shinta Diva Ekananda (Fakultas Farmasi) dan Ris Heskiel Najogi Sitinjak (Fakultas Farmasi). Mereka sukses membuat aplikasi ini tak lepas dari bimbingan Marlita Putri Ekasari.

Menurut Rai, pengembangan aplikasi ini ditujukan untuk menumbuhkan minat dan wawasan anak terhadap profesi apoteker. Alasannya, pemilihan aplikasi game sebagai media untuk memperkenalkan profesi apoteker karena maraknya penggunaan smartphone dikalangan anak-anak.

Di sisi lain, penggunaanya tidak disertai dengan transfer pengetahuan kesehatan pada kelompok-anak-anak tersebut.

“Meet Pharmy menitikberatkan isu pembenahan komunikasi dan transfer informasi kesehatan pada anak-anak, khususnya komunikasi antara apoteker dan pasiennya,” terang mahasiswa Fakultas Farmasi UGM ini.

Aplikasi ini akan membuat anak-anak merasakan pengalaman berkonsultasi dengan seorang apoteker bernama Pharmy. Tak hanya memberikan resep saja, aplikasi ini memberikan penjelasan pentingnya gaya hidup sehat sehari-hari yang dapat membantu menjauhkan diri dari penyakit.

Dalam aplikasi ini tersedia contoh tiga kasus penyakit sederhana yaitu batuk, pilek, demam yang sering dialami oleh anak-anak. Bahkan, para inovator ini juga menambahkan fitur Module for Parents. Fitur itu memuat informasi seputar penyakit yang disajikan.

“Saat ini aplikasi sudah dapat diunduh melalui Google Play Store,” terang Lutfiana Pasebhan Jati.

Sejak dikembangkan pada November 2018 lalu, mereka terus melakukan pengembangan lanjutan guna penyempurnaan aplikasi. Rencananya, mereka akan menambah sejumlah fitur dan melakukan pembaharuan versi yang disesuaikan dengan pangsa pasar.

Berkat aplikasi Apoteker Meet Pharmy ini, lima mahasiswa UGM tersebut meraih penghargaan Gold Medal dari kategori Medicine and Public Health di Thailand Inventors’ Day 2019 pada 2-6 Februari 2019 di Bangkok. (*)

Jurnalis : Ahmad Tulung
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Yogyakarta

Komentar

Registration