Kamis, 21 Februari 2019
Ekonomi

Wali Kota Kediri Buka Sosialisasi Data Sosial dan Ekonomi

Wali Kota Kediri Buka Sosialisasi Data Sosial dan Ekonomi Sosialisasi data sosial dan ekonomi Kota Kediri tahun 2018
Selasa, 12 Februari 2019 - 17:53

TIMESINDONESIA, KEDIRIWali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menghadiri sekaligus membuka dalam Sosialisasi Data Sosial dan Ekonomi Kota Kediri Tahun 2018 yang digelar di Bank Indonesia, Selasa (12/2/2019).

Kegiatan ini dihadiri Kepala BPS Kota Kediri Ellyn T.Brahmana, Kepala Barenlitbang Kota Kediri Eddi Darmasto, Kepala Disperdagin Kota Kediri Yetty Sisworini, Kepala Bagian Umum Chevy Ning Suyudi, Pimpinan Perbankan dan Akademisi di Kota Kediri.

Abdullah Abu Bakar menjelaskan tren positif tersebut terjadi karena kebijakan yang dibuat oleh Pemerintah Kota Kediri (Pemkot Kediri) tepat sasaran. Dalam membuat kebijakan, Pemkot Kediri selalu menggunakan data dari Badan Pusat Statistik (BPS).

“Kita selalu menggunakan data dari BPS untuk membuat kebijakan. Seperti kebijakan untuk mengurangi kemiskinan, menekan gini ratio, meningkatkan IPM, pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang terkendali,” jelas Mas Abu, sapaan akrab Abdullah Abu Bakar.

Data-data dari BPS, digunakan untuk mengembangkan Kota Kediri. Pemkot Kediri juga mengajak perbankan dan akademisi untuk mendorong perekonomian daerah melaju lebih kencang, sehingga akan lebih mensejahterakan masyarakat di Kota Kediri. 

Dalam sosialisasi ini, Mas Abu juga memaparkan beberapa capaian indikator ekonomi di Kota Kediri. Di antaranya, PDRB (atas dasar harga berlaku) Kota Kediri pada tahun 2017 sebesar 116,06 triliun atau meningkat 9,67 triliun dari tahun sebelumnya sebesar 106,39 trilyun. Pertumbuhan ekonomi di Kota Kediri tanpa industri tembakau mencapai 7.02% atau meningkat sebesar 0,80% dari tahun sebelumnya sebesar 6,22%. Sementara untuk pertumbuhan ekonomi keselurahan, Kota Kediri berada diangka 5,14%.

“Pertumbuhan di Kota Kediri kita bagi dua, ada pertumbuhan ekonomi keseluruhan dan pertumbuhan ekonomi tanpa industri rokok. Ini dipisah karena Pemerintah ingin mengambil kebijakan supaya masyarakat tidak bergantung pada industri rokok saja. Jadi harus ada usaha-usaha lain,” ujarnya.

Sosialisasi-data-sosial.jpg

Sedangkan, laju inflasi Kota Kediri tahun 2018 sebesar 1,97% atau lebih rendah jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 3,44%. Bahkan inflasi Kota Kediri tahun 2018 terendah se-Jawa. “Kita punya pertumbuhan ekonomi 5,14% dan inflasi 1,97% bila dikurangi masih ada sisa 3,17. Itu adalah uang yang bisa ditabung ataupun diinvestasikan oleh masyarakat. Karena mereka punya spare” imbuh wali kota muda ini.

Mas Abu juga mengungkapkan pada tahun 2017 Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Kediri sebesar 77,13 (kategori tinggi) atau meningkat sebesar 0,8 jika dibanding dengan tahun 2016 sebesar 76,33%. “IPM di Kota Kediri ini masuk dalam kategori tinggi. Dengan meningkatnya IPM di Kota Kediri diharapkan masyarakat Kota Kediri dapat menangkap peluang bisnis-bisnis turunan dari adanya airport,” pungkasnya.

Wali kota berusia 38 tahun ini juga menyampaikan bila berdasar data dari BPS, tingkat pengangguran terbuka di Kota Kediri berhasil turun di bawah tingkat pengangguran terbuka Provinsi Jatim yaitu sebesar 3,63% dari Provinsi Jawa Timur  yang sebesar 3,99%. Ini adalah pertama kalinya angka pengangguran terbuka di Kota Kediri berhasil turun di bawah angka pengangguran terbuka Provinsi Jawa Timur.

Capaian-capaian positif tersebut tentunya berkat kerja sama yang kompak dan solid antara pemkot dan stakeholder. Serta tak lepas dari beberapa program-program dan inovasi pemerintah juga telah memberikan program-program inovasi seperti, mempermudah perizinan, pelatihan produksi dan packaging, penyertaan modal bergulir, pameran UMKM, dan pelatihan kerja mandiri.

Adapula program-program sosial, antara lain BLSM, RS-RTLH, santunan kematian, rastrada, OPM, santunan anak yatim, bansos bagi orang dengan kecacatan berat, Jamkesda, ASLUT, beasiswa warga miskin, sekolah gratis, beasiswa bagi mahasiswa miskin berprestasi, seragam gratis, English Massive, program kewaspadaan pangan dan keamanan pangan, Prodamas, Gemakiba, bantuan akomodasi bagi keluarga pasien, dan home visit.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar optimis perekonomian di Kota Kediri akan terus melaju. Ini dilihat dari indikator ekonomi dan sosial Kota Kediri terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Inflasi rendah dan terkendali, stabilnya pertumbuhan, menurunnya angka kemiskinan, berkurangnya pengangguran terbuka dan meningkatnya investasi di Kota Kediri. (*)

Jurnalis : Canda Adisurya
Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Kediri

Komentar

Loading...
Registration