Sabtu, 16 Februari 2019
Peristiwa - Daerah

Kurangi Impor LPG, Pemerintah Bangun 78.216 Jargas

Kurangi Impor LPG, Pemerintah Bangun 78.216 Jargas Ilustrasi - Pembangunan Jaringan Gas (Foto: Dokumen TIMES Indonesia)
Selasa, 12 Februari 2019 - 16:39

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merencanakan pembangunan Jaringan Gas atau Jargas sebanyak 78.216 sambungan rumah pada tahun 2019.

Jargas akan dibangun di 18 kota/kabupaten, yakni kab. Aceh Utara, kota Dumai, kota Jambi, kota Palembang, kota Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Bojonegoro, Kota/Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Banggai, Kabupaten Wajo, dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

Pembangunan Jargas dilakukan untuk mengurangi ketergantungan impor LPG. Menteri ESDM Ignasius Jonan memaparkan bahwa konsumsi LPG nasional mencapai 6,9 juta ton, sedangkan impor LPG sebesar 4,5 - 4,7 juta ton.

Adanya jaringan gas nantinya juga akan memberikan kemudahan bagi masyarakat. Setiap rumah akan mendapatkan aliran gas yang harganya lebih murah dibandingkan LPG.

Semenjak program pembangunan sambungan jargas dicanangkan pada tahun 2009 hingga akhir tahun 2018, telah dibangun 463.619 sambungan rumah.

"Jaringan gas nasional yang dibangun APBN itu jumlahnya 325.852  sambungan rumah sampai hari ini, yang kita mulai dari 2009. Dan juga yang non-APBN, PGN dan Pertamina, itu 137.767 sambungan jargas," kata Menteri ESDM Ignasius Jonan dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, Selasa (12/2/2019).

Pada tahun 2019, Kementerian ESDM akan membangun jargas menggunakan dana dari APBN. Selain itu, pemerintah juga menugaskan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Pertamina (Persero) dan anak usahanya untuk membangun jaringan gas ini. (*)

Jurnalis : Jazilatul Hanip (MG-73)
Editor : Dhina Chahyanti
Publisher : Sholihin Nur

Komentar

Loading...
Registration