Minggu, 17 Februari 2019
Peristiwa - Nasional

Cicit Mbah Priuk Ajak Umat Islam Tetap Jaga Persatuan di Tahun Politik

Cicit Mbah Priuk Ajak Umat Islam Tetap Jaga Persatuan di Tahun Politik Habib Ali Zainal Abidin. (FOTO: Yomi For TIMES Indonesia)
Selasa, 12 Februari 2019 - 16:08

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Keturunan langsung atau cicit Mbah Priuk, Al Habib Ali Zainal Abidin mengajak umat islam untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan menjelang pelaksanaan pemilu legislatif (Pileg) dan pemilihan Capres dan Cawapres yang digelar pada 17 April 2019. 

"Persoalan politik adalah hal ke duniawian, untuk itu kita tidak boleh terpecah gara-gara berbeda pilihan. Kalau umat Islam pecah belah, nanti ada yang 'tepuk tangan'. Jadi, jangan sampai pilpres ini menjadikan kita saling hujat satu sama lain," ujar Habib Ali saat ditemui di Majelis Tadzkir Alhabib Ahmad bin Zein Alhaddad atau Gubah Al Haddad (Maqom Mbah Priuk) di Jalan Keramat Situs Sejarah Tanjung Priuk, Koja, Jakarta Utara, belum lama ini.

Harus diakui, dinamika politik di dalam negeri terasa semakin panas. kontestasi politik lima tahunan tersebut terasa begitu sensitif. Masyarakat saat ini begitu mudah tersulut emosi lantaran berbeda pilihan politik. Jika hal ini terus dibiarkan, dikhawatirkan akan terjadinya disharmoni antarmasyarakat dan umat beragama.

Untuk itu, kata dia, sudah menjadi kewajiban Habib untuk menjaga persatuan dan kesatuan umat secara keseluruhan. Bahkan, menjaga bangsa ini dari segala rongrongan akidah. Sesama islam bersaudara. 

Namun demikian, sudah menjadi sunnatullah. Dan nabi Muhammad juga pernah mengatakan bahwa Islam banyak cabang, satu sama lain saling membanggakan golongannya. Dan tanda-tanda datangnya akhir zaman adalah munculnya fitnah dan berita sesat.

"Bahkan saya aja tinggal di sini bukan berarti nyaman. Banyak serangan dan fitnah yang datang. Tapi kita sikapi dengan santun dan memohon perlindungan dari Allah," ujar Habib Ali.

Pada kesempatan itu, Al Habib juga mengimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan adanya isu yang berkembang di media sosial. Seperti banyaknya kabar hoaks atau berita bohong

"Kita harus bertabayyun dulu bila menyikapi sebuah pemberitaan, selanjutnya kita kembalikan kepada Allah dan Rasulnya," imbau Habib.

Terkait dengan pemilihan umum, baik itu Pileg maupun Pilpres, ia mengajak masyarakat agar beristikharah. Kemudian memohon kepada Allah dan minta petunjuk pilihan yang terbaiknya. "Kita kembalikan kepada Allah, mana pemimpin yang baik. Namun dalam konteks ini, kami tetap netral," kata Habib.

Habib pun kembali menekankan, agar umat islam tetap bersaudara meski berbeda pilihan politiknya. "Sudahilah berpolemik masalah berbeda pilihan. Jangan kita pecah belah gara-berbeda pilihan politik, urusan akhirat lebih penting daripada urusan duniawi," jelas cicit Mbah Priuk ini. (*)

Jurnalis : Alfi Dimyati
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Loading...
Registration