Pendidikan

Menristekdikti: Perguruan Tinggi Harus Cepat dan Tepat Menyikapi Revolusi Industri 4.0

Menristekdikti: Perguruan Tinggi Harus Cepat dan Tepat Menyikapi Revolusi Industri 4.0 Menristekdikti M. Nasir pada acara Rakorda Pimpinan Perguruan Tinggi di Lingkungan LLDIKTI di Hotel Bidakara Jakarta, Selasa (12/2). (FOTO:Ivan Iskandaria/TIMES Indonesia)
Selasa, 12 Februari 2019 - 14:38

TIMESINDONESIA, JAKARTAMenristekdikti RI (Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi) Mohamad Nasir mengatakan dalam menghadapi di era revolusi industri 4.0 perguruan tinggi yang ada di Indonesia khususnya di Wilayah III harus berubah lebih cepat.

"Kedepan, dalam persaingan global kita harus dorong perguruan tinggi agar lebih baik dan meningkat terus agar mampu bersaing," kata M. Nasir pada acara Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Pimpinan Perguruan Tinggi di lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III berlangsung di Hotel Bidakara Jakarta, Selasa (12/2).

M. Nasir mengungkapkan bahwa semua pihak harus menyikapi tantangan Revolusi 4.0 ini dengan cepat dan tepat, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, dunia industri dan masyarakat. Persaingan global semakin ketat di tengah derasnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era Revolusi Industri 4.0.

Semua negara berlomba-lomba untuk melahirkan invensi dan inovasi dengan memperkuat riset dan mutu pendidikan tinggi. Sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan daya saing tinggi menjadi kunci untuk memenangkan kompetisi di era Revolusi Industri 4.0 ini.

“Menyediakan sumber daya manusia yang unggul adalah hal terpenting dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0 dan mutu pendidikan tinggi juga harus terus ditingkatkan,” tuturnya.

Menristekdikti (Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi) Mohamad Nasir mengharapkan agar perguruan tinggi di Indonesia dapat menghasilkan lulusan yang berkompetensi tinggi dan dapat memberikan kontribusinya dalam memajukan Indonesia. (*)

Jurnalis : Ivan Iskandaria (MG-69)
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Loading...
Registration