Minggu, 17 Februari 2019
Peristiwa - Nasional

Pengamat: Propaganda Rusia Bentuk Ofensif Jokowi

Pengamat: Propaganda Rusia Bentuk Ofensif Jokowi Pengamat Politik Universitas Al Azhar, Ujang Komaruddin (FOTO: Istimewa)
Selasa, 12 Februari 2019 - 14:33

TIMESINDONESIA, JAKARTAPengamat politik dari Universitas Al Azhar, Ujang Komaruddin menyampaikan perkataan calon presiden (capres) nomor urut 01 Jokowi tentang adanya propaganda Rusia dalam perhelatan Pemilu 2019, merupakan bentuk ofensif atau serangan dari Jokowi

"Selama ini kan Jokowi dituduh pihak oposisi sebagai antek Asing. Dan selama 4 tahun juga Jokowi lebih banyak defensif. Dan tuduhan Jokowi kemarin untuk menjelaskan bahwa selama ini pihak-pihak yang menuduhnya menggunakan konsultan Asing dengan menggunakan propaganda Rusia," ucap Ujang kepada TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id) saat dihubungi, Jakarta, Selasa (12/2/2019).

Ujang menuturkan bahwa selama ini Jokowi hanya bersikap defensif atau bertahan dari beberapa tudingan pihak oposisi yang mengatakan Jokowi sebagai antek Asing. Hal ini salah satu bentuk menuver politik dari kubu Jokowi.

Jokowi mulai bermain ofensif untuk mengimbangi manuver oposisi yang sejak lama main dengan ofensif," jelas Ujang. 

Menurutnya, langkah Jokowi bersama kubunya dinilai baik. Sebab, bertahan merupakan cara yang salah dalam menghadapi serangan beruapa propaganda Rusia.   

"Permainan ofensif ala propaganda Rusia tidak bisa dilawan dengan defensif. Ofensif harus dilawan dengan ofensif. Ofensif oposisi tidak bisa dihadapi dengan defensif incumbent," ungkapnya. 

Sebelumnya, capres nomor urut 01 Jokowi mengatakan adanya tim sukses kampanye yang menggunakan konsultan asing dengan strategi propaganda Rusia dalam kampanyenya di Jawa Timur. Sikap ini merupakan searangan kubu capres nomor urut 01 mengingat tudingan antek asing pada dirinya. (*)

Jurnalis : Rizki Amana
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Loading...
Registration