Minggu, 17 Februari 2019
Peristiwa - Daerah

Protes Puisi Fadli Zon, Ribuan GP Ansor dan Santri Probolinggo Unjuk Rasa

Protes Puisi Fadli Zon, Ribuan GP Ansor dan Santri Probolinggo Unjuk Rasa Ribuan massa dari GP Ansor dan santri di Kabupaten Probolinggo unjuk rasa ke kantor DPRD setempat. (FOTO: Dicko W/TIMES Indonesia)
Selasa, 12 Februari 2019 - 12:54

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Ribuan anggota GP Ansor dan santri di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menggelar unjuk rasa di depan kantor DPRD setempat. Aksi itu dilakukan mengecam puisi Fadli Zon, yang dianggap menghina Ulama NU, Selasa (12/2/2019).

Puisi yang berjudul berjudul 'Doa yang Ditukar' yang dibuat oleh Wakil Ketua DPR-RI itu dinilai menghina KH. Maemoen Zubair, atau yang akrab disapa Mbah Moen, Mustasyar PBNU. Aksi yang dilakukan di jalur Pantura Probolinggo, ini memantik seluruh lapisan masyarakat, dan pengendara yang melintas. 

massa-dari-GP-Ansor.jpg

Banyaknya massa yang melintasi jalan raya, sempat mebuat jalur pantura Probolinggo-Banyuwangi mengalami kemacetan panjang. Massa kemudian melakukan orasi di depan kantor DPRD, yang dikomandani Muchlis, Ketua GP Ansor Kabupaten Probolinggo.

Ribuan massa tersebut sambil membacakan Solawat Asyghil, dengan membawa sejumlah poster yang bertuliskan “Puisimu membunuhmu #Ganti Zonk” kemudian “Santri Probolinggo terluka puisi zonk”, “Kami malu punya Wakil Ketua DPR-RI seperti Fadli Zon”. Dan tulisan lainnya yang berisi kecaman terhadapnya.

massa-GP-Ansor.jpg

Dalam orasinya, Muchlis menuntut Fadli Zon, segera meminta maaf secara langsung kepada Mbah Maemoen Zubair, atas puisi yang ia buat. 

“Jika tuntutan para santri dan pengurus GP Ansor ini tidak digubris, maka untuk kedepannya, kami akan melakukan unjuk rasa yang lebih besar, dan kami akan mendatangi Fadli Zon, di Jakarta,” tegas Muchlis saat memimpin anggota GP Ansor dan santri di Kabupaten Probolinggo, unjuk rasa terkait puisi Fadli Zon yang dinilai menghina ulama NU. (*)

Jurnalis : Dicko W
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : TIMES Probolinggo

Komentar

Loading...
Registration