Selasa, 23 April 2019
Ekonomi

Gerabah dari Desa Pagelaran, Curi Pasar Nasional

Gerabah dari Desa Pagelaran, Curi Pasar Nasional Proses pembuatan Gerabah di Desa Pagelaran (Foto: Nur Aini/TIMES Indonesia)
Selasa, 12 Februari 2019 - 10:34

TIMESINDONESIA, MALANG – Kerajinan gerabah dari Kabupaten Malang telah mencuri pasar nasional. Gerabah yang diproduksi oleh warga Desa Pagelaran, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang memiliki kualitas yang baik.

Warga RT 18, 19 dan 20 di desa tersebut konsisten menggeluti pekerjaan sebagai pengrajin gerabah sejak 30 tahun lalu.

Hal tersebut diakui oleh Rabbani salah satu pengepul gerabah dari tiga RT di Desa Pagelaran tersebut.

Kerajinan-Gerabah.jpg

“Dari 100 KK disini 80% pengrajin gerabah semua, dulu malah ada satu RT lagi jadi genap 4 RT sebagai pengrajin Gerabah, namun satu RT tersebut berhenti,” sebutnya.

Ragam kerajinan dihasilkan dari gerabah, mulai dari pot bunga, gendok ari-ari, cobek dan lainnya. Rabbani mengatakan yang paling banyak dipesan adalah gendok ari-ari.

“Gendok ari-ari ini gak abis-abis dipesan, pasti tiap bulan ada pesanan. Selain pasar tradisional, banyak rumah sakit bersalin yang memesan gendok ari-ari ini, bahkan sudah langganan," tutur Rabbani.

Kerajinan-Gerabah-b.jpg

Dalam satu bulan Rabbani menyampaikan bahwa ia bisa mengirim pesanan gerabah dalam sebulan 3 sampai 4 kali kirim. 

Kabupaten Pasuruan merupakan daerah yang paling sering  memesan gerabah dari Desa Pagelaran ini. “Gerabah kami dikirim ke berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Kalimantan dan Bali, yang paling sering memesan dari Pasuruan, Pandaan, ada juga pelanggan dari Bangil, dan Lumajang," terangnya.

Untuk kualitas, Rabbani menjamin dapat bersaing dengan gerabah dari wilayah lain. "Kualitas tak diragukan, kami jamin gerabah dari Desa Pagelaran ini bagus semua," tutupnya.(*)

Jurnalis : Nur Aini Masruroh (MG-72)
Editor : Dhina Chahyanti
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Malang

Komentar

Loading...
Registration